MAMUJU, Mekora.id – Mamuju Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Panitia menyediakan kawasan khusus bagi pedagang lokal di area Landscape, tepatnya di antara Kantor Perpustakaan Kabupaten Mamuju dan kawasan Landscape. Area tersebut menjadi pusat aktivitas peserta sekaligus lokasi berjualan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Ketua Panitia Pelaksana Mamuju Run 2026, Rafiul Arsa, mengatakan ruang bagi UMKM telah dibuka sejak Kamis (5/11/2026) hingga Minggu (8/11/2026) pukul 11.00 WITA.
“Berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berpusat di Lapangan Ahmad Kirang dan sekitarnya, tahun ini panitia memusatkan berbagai aktivitas di kawasan Landscape,” kata Rafiul Arsa, Jumat, (6/11/2026)
Lokasi tersebut menjadi titik berkumpul peserta, garis start, pengambilan race pack, sekaligus tempat pelaku UMKM menawarkan produk mereka.
“Panitia sengaja menyatukan aktivitas tersebut agar peserta yang datang mengambil perlengkapan lomba dapat sekaligus berbelanja, mulai dari kebutuhan olahraga hingga makanan dan jajanan lokal,” lanjutnya.
Pengambilan race pack sendiri berlangsung selama tiga hari, yakni 5–7 November 2026. Jadwal tersebut diperpanjang untuk menghindari penumpukan antrean peserta.
Rafiul menyebutkan, Mamuju Run 2026 diperkirakan diikuti sekitar 3.500 hingga 4.500 peserta. Jumlah tersebut menjadi potensi pasar bagi pedagang lokal selama kegiatan berlangsung.
“Keterlibatan UMKM juga menjadi bagian dari kolaborasi HIPMI dan Polda Sulawesi Barat dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kawasan tersebut dijadwalkan kembali disterilkan pada Minggu (8/11/2026) pukul 11.00 WITA.
“Melalui konsep tersebut, panitia berharap Mamuju Run tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal,” ujarnya.