MAMUJU, Mekora.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat (Sulbar)mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjaga toleransi dan persatuan, terutama di ruang digital yang kerap diwarnai kegaduhan informasi dan narasi kebencian.
Ketua FKUB Sulbar, Nur Salim Ismail, mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis untuk membangun budaya digital yang mendorong perdamaian, menghargai perbedaan, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.
“Sebab hari ini, aktivitas digital kita semakin tergiring pada kegaduhan. Bahkan berujung pada narasi kebencian. Nah, tentu ini tidak elok ketika telah menjadi algoritma berpikir generasi muda,” kata Nur Salim.
Menurut dia, penyebaran pesan kerukunan melalui platform digital dapat menjadi salah satu cara efektif untuk merespons meningkatnya narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Gerakan masif untuk menyerukan pesan kerukunan lewat kekuatan digital dipandang sangat efektif di era masa kini. Kita tentu berharap perhatian khusus generasi muda untuk menjadi bagian dari penggerak kerukunan,” ujarnya.
Nur Salim juga mengaitkan peran pemuda dengan tema Hari Sumpah Pemuda 2026, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Menurutnya, nilai patriotisme dapat diwujudkan melalui komitmen menjaga persatuan, kegigihan melalui peningkatan literasi digital, serta empati dengan menghormati orang lain tanpa memaksakan kehendak.
Di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Barat, ruang digital dinilai perlu dimanfaatkan sebagai sarana memperluas dialog dan membangun saling pengertian, bukan memperuncing perbedaan.
Nur Salim menegaskan, menjaga kerukunan tidak cukup hanya menjadi harapan. Generasi muda perlu mengambil peran nyata untuk menghubungkan kelompok yang berbeda dan menyebarkan pesan perdamaian.
“Generasi muda punya ruang strategis untuk menjadi jembatan kerukunan di ruang digital,” pungkasnya.