MAMUJU, Mekora.id – Satu abad bukan waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan sejarah. Di pedalaman Mamuju, Sulawesi Barat, masyarakat Bonehau-Kalumpang bersiap mengenang jejak awal masuknya Injil yang kemudian ikut membentuk kehidupan sosial, pendidikan, dan kebudayaan masyarakat setempat.

Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) pada 2026 ini dijadwalkan dihadiri Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Namun, di balik agenda tersebut, tersimpan kisah panjang tentang para perintis penginjilan yang datang ke wilayah pedalaman sekitar 1926 hingga 1928.

Salah satu nama yang tercatat dalam sejarah tersebut adalah A. Bikker, seorang tenaga zending asal Belanda yang diutus lembaga Zending Christelijke Gereformeerde Kerken (ZCGK).

Dalam catatan sejarah, sekitar Oktober 1926 menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah masyarakat Kalumpang. Pada bulan itu, Rinding Batu Pongkapadang dibaptis sebagai orang pertama yang menerima baptisan di Tanah Kalumpang.

Pembaptisan tersebut dilakukan oleh Alexander Arnold De Palen dan A. Becker. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai bagian penting dari sejarah awal masuknya Injil di wilayah Bonehau-Kalumpang.

Kedatangannya menjadi salah satu titik awal perkembangan kekristenan di kawasan Kalumpang. Kala itu, wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur, sehingga pelayanan keagamaan harus dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat.

A. Bikker tidak hanya menyampaikan ajaran Kristen melalui pemberitaan Injil dan pembaptisan. Ia juga membangun komunikasi dengan kepala suku serta tokoh masyarakat setempat untuk memperkenalkan ajaran dan nilai-nilai kekristenan.

Perjalanan pelayanan itu kemudian bersentuhan dengan dunia pendidikan. Sejumlah sekolah rakyat mulai dirintis di kampung-kampung, di antaranya Polio dan Tararang. Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan masyarakat di wilayah pedalaman tersebut.

Pengaruh pelayanan A. Bikker juga disebut menjangkau wilayah Mamasa. Seiring berjalannya waktu, pelayanan gereja tidak lagi hanya bergantung pada tenaga zending dari luar. Masyarakat pribumi mulai mengambil peran sebagai pengajar, pelayan jemaat, hingga pemimpin gereja.

Dalam perjalanan tersebut, muncul sejumlah tokoh gereja dari kalangan masyarakat lokal. Salah satunya Pdt. Petrus Pattikayhatu yang dikenal sebagai salah satu pendeta pribumi awal dalam sejarah pelayanan gereja di Kalumpang.

Perkembangan jemaat kemudian berlanjut melalui proses penguatan kelembagaan gereja hingga terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB). Perjalanan ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan gereja, dari masa awal penginjilan oleh tenaga zending menuju kepemimpinan gereja yang tumbuh dari masyarakat lokal.

Kini, sekitar satu abad setelah jejak awal penginjilan itu, masyarakat Bonehau-Kalumpang kembali mengenang perjalanan tersebut melalui peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK).

Peringatan ini bukan hanya tentang mengenang kedatangan seorang misionaris, tetapi juga menghargai perjalanan lintas generasi. Ada peran para perintis, tokoh adat, pendeta pribumi, guru, dan masyarakat yang ikut menjaga keberlanjutan pelayanan hingga hari ini.

Lebih jauh, sejarah satu abad Injil di Tanah Kalumpang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat pedalaman Sulawesi Barat. Sejarah yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan kehidupan keagamaan, tetapi juga pendidikan, kehidupan sosial, kebudayaan, dan pembentukan identitas masyarakat setempat.