MAMUJU, Mekora.id – Kuota peserta Mamuju Run 2026 mencapai 4.500 orang dan telah habis terisi. Ajang lari yang digelar di Mamuju, Sulawesi Barat, itu juga menarik peserta dari luar daerah, termasuk Kalimantan dan Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia Mamuju Run 2026, Rafiul Arsa menyebut, jumlah peserta tahun ini meningkat dengan jangkauan peserta yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Berdasarkan data sementara panitia, peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju dengan jumlah sekitar 840 orang. Disusul peserta dari Majene sebanyak 207 orang, sementara peserta dari kabupaten lain di Sulawesi Barat juga turut ambil bagian.

Panitia juga mencatat keikutsertaan pelari dari Sulawesi Tengah yang tahun sebelumnya belum terlalu banyak. Adapun peserta terjauh yang terpantau berasal dari Kalimantan.

“Tahun ini, Mujuran menghadirkan sejumlah kategori lomba, yakni 10K umum, 5K umum, 5K pelajar, serta kategori Kids untuk anak usia 5 hingga 12 tahun,” kata Rafiul Arsa, kepada awal media, Jumat, (30/10/2026) malam.

Khusus kategori Kids, peserta akan menempuh jarak 400 meter. Lomba kategori anak dijadwalkan berlangsung pada 7 November pukul 16.00 WITA hingga menjelang Magrib, terpisah dari jadwal kategori lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Founder Mamuju Run, Ibnu Abadi mengatakan, pihaknya memperpanjang waktu pengambilan race pack selama tiga hari, yakni 5–7 November yang dipusatkan di Landskap Manakarra Tower.

“Langkah itu dilakukan untuk mengurai antrean mengingat jumlah peserta yang mencapai ribuan orang,” jelas Ibnu Abadi.

Selain perlombaan, Mujuran 2026 juga diarahkan untuk memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Area kegiatan dan lapak UMKM dipusatkan di kawasan Landscape, antara Kantor Perpustakaan Kabupaten Mamuju dan area Landscape.

Penyelenggara menyebut kegiatan UMKM akan berlangsung hingga 8 November pukul 11.00 WITA sebelum kawasan kembali disterilkan.

?Dengan kuota peserta yang telah terpenuhi, kami berharap Mamuju Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi lokal dan memperluas daya tarik Mamuju bagi pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.