MAMUJU, Mekora.id – Peringatan 100 tahun Injil masuk Tanah Kalumpang (IMTK) Menjadi momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing generasi muda, serta mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian budaya lokal.
Perayaan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 2 November 2026 rencanakan akan berpusat di GKSB Jemaat Hosana Tamalea, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ini juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan iman dan tanggung jawab warga gereja dalam menghadapi tantangan masa depan.
Rangkaian perayaan akan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain lomba vokal, olahraga, pertunjukan budaya, dan pameran budaya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan memberikan tempat bagi nilai-nilai kearifan lokal.
Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB), Pdt. Mardi Tamandalan, mengatakan peringatan satu abad Injil di Tanah Kalumpang merupakan momentum penting bagi warga GKSB, khususnya masyarakat Kalumpang yang menjadi salah satu basis pelayanan gereja tersebut.
Menurut dia, perjalanan iman selama satu abad perlu menjadi landasan untuk memperkuat pelayanan sekaligus meningkatkan kontribusi gereja dalam kehidupan sosial masyarakat.
Mardi mengajak generasi muda GKSB untuk terus meningkatkan daya saing di tengah modernisasi. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman.
“Mengajak warga GKSB untuk memperhatikan pentingnya pengembangan SDM melalui Pendidikan,” Pungkas Mardi dalam pernyatannya kepada Mekora.id pada Jumat (23/10/2026).
Selain pendidikan, ia mendorong warga GKSB agar mengambil peran aktif dalam menghadapi persoalan lingkungan dan menjaga kelestarian alam. Kepedulian tersebut, menurut dia, perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Mardi mengatakan, GKSB terus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Kalumpang. Bersama jajaran Majelis Pekerja Sinode (MPS) GKSB, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
Ia berharap peringatan satu abad Injil tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga kesempatan bagi warga gereja untuk merefleksikan perjalanan iman dan memperbarui komitmen pelayanan.
“Melalui Moment peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang ini merupakan kesempatan bagi warga GKSB Khususnya warga Kalumpang untuk berfleksi tentang sebuah perjuangan iman yang tidak mudah, tetapi karena pertolongan Tuhan yang maha Kuasa sehingga kita bisa sampai saat ini walaupun masih harus terus berjuangan kedepannya demi menghadirkan terang bagi dunia,” ujarnya.
Peringatan ini diharapkan menjadi titik penguatan bagi GKSB untuk terus mendorong pendidikan, meningkatkan kapasitas generasi muda, menjaga lingkungan, dan merawat kebudayaan lokal sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan masyarakat Kalumpang.