Warga Mamasa Digegerkan Penjarahan dan Pengrusakan 60 Makam, Coreng Adat dan Budaya
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 19 Mei 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Puluhan Makam di Desa Balla Tumuka, Mamasa, dirusak orang tak dikenal. Minggu, (18/5/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMASA, Mekora.id – Warga Desa Balla Tumuka, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), digegerkan oleh peristiwa perusakan puluhan makam oleh orang tak dikenal (OTK), pada Minggu (18/5/2025).
Sedikitnya 60 makam ditemukan dalam kondisi terbongkar dan rusak. Itu menciptakan suasana duka dan kemarahan masyarakat adat setempat.
Peristiwa memilukan ini tak hanya dianggap sebagai tindakan kriminal, tetapi juga mencederai nilai-nilai adat dan budaya Toraja Mamasa yang selama ini dijunjung tinggi.
Salah satu warga, Reynaldus, mengungkapkan kejadian tersebut diketahui warga pada siang hari. Namun, hingga kini belum ada yang mengetahui secara pasti kapan dan bagaimana para pelaku melakukan aksi tersebut.
“Kami baru tahu siang tadi, tapi tidak tahu kapan pastinya kejadian itu. Mungkin pelaku beraksi malam hari,” ujar Reynaldus kepada Mekora.id.
Menurutnya, makam-makam yang dirusak tak hanya dibongkar, tetapi isi-isi makam juga dihamburkan, termasuk barang-barang pribadi milik almarhum yang seharusnya disimpan sebagai bagian dari penghormatan keluarga.
“Dompet, tas, foto-foto kenangan, semuanya dihamburkan di sekitar makam. Sangat menyakitkan melihatnya,” tambahnya dengan nada geram.
Salah satu makam yang dirusak bahkan diketahui merupakan makam mantan Kepala Desa Balla Tumuka, alm. Bapak Tamo.
“Bukan cuma makam Alm. Kades Ballatumuka, tapi hampir semua kuburan yang ada, barang-barangnya berserakan,” tuturnya.
Warga mengecam keras aksi tak bertanggung jawab ini dan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan. Mereka mendesak pihak kepolisian dan pemerintah daerah menindaklanjuti peristiwa tersebut secara serius.
Menurut warga, tindakan perusakan makam bukan hanya pelanggaran hukum pidana, tetapi juga merupakan pelecehan terhadap adat istiadat, nilai spiritual, serta kehormatan leluhur masyarakat Mamasa.
“Kami tidak bisa diam. Ini bukan hanya kriminal, tapi penghinaan terhadap budaya kami. Harus diusut dan pelakunya ditangkap,” tegas sejumlah warga yang berkumpul di lokasi pemakaman.
Hingga berita ini diturunkan, mekora.id belum menerima keterangan resmi dari pihak kepolisian. Sementara itu, warga masih berjaga di sekitar kompleks pemakaman guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
