MAMUJU, Mekora.id – Hubungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang sempat menjadi perhatian publik akibat polemik pemblokiran layanan ASN Digital beberapa waktu lalu, terlihat mencair.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, tampak duduk satu meja dalam suasana penuh keakraban di Mamuju, Kamis malam (4/6/2026).
Pertemuan itu berlangsung dalam acara silaturahmi yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Waterpark Hotel Maleo Mamuju. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulbar.
Sejak awal acara, suasana terlihat hangat dan jauh dari kesan formal. Suhardi Duka dan Prof. Zudan terlihat berbincang santai sembari mengenang masa-masa ketika Zudan masih menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Barat.
Diketahui, Zudan Arif Fakrulloh pernah memimpin Sulbar sebagai Pj Gubernur selama satu tahun, mulai 12 Mei 2023 hingga 12 Mei 2024. Dalam periode tersebut, ia cukup intens berinteraksi dengan jajaran pemerintah daerah sebelum akhirnya kembali menjalankan tugas sebagai Kepala BKN RI.
Keakraban semakin terasa saat sejumlah kepala OPD bergantian menyumbangkan lagu. Momen itu membuat suasana silaturahmi berlangsung santai dan penuh nuansa kekeluargaan.
“Pak Prof Zudan ini, mantan Pj Gubernur, datang kembali ke kampungnya sendiri. Tentu kita merasa bahagia dan ingin mengenang kembali kebersamaan dengan bawahan-bawahan yang dulu. Akhirnya kita menyanyi dan happy-happy malam ini,” ujar Suhardi Duka.
Saat ditanya mengenai pembahasan yang menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulbar menjawab singkat.
“Tentang masa depan Sulbar,” katanya.
Di sisi lain, Prof. Zudan mengaku senang bisa kembali mengunjungi Sulawesi Barat dan bertemu dengan para pejabat yang pernah bekerja bersamanya selama menjabat sebagai Pj Gubernur.
Menurutnya, hubungan komunikasi yang terjalin selama ini tetap berjalan baik dan penuh kekeluargaan.
“Pak Gubernur ini sahabat lama saya. Dulu kan sering jalan bareng, car free day di sini,” ujar Zudan.
Ia menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar ajang reuni, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pikiran mengenai berbagai langkah pembangunan dan penguatan birokrasi di Sulawesi Barat.
“Terima kasih banyak atas undangannya. Kita mengenang masa-masa dua tahun yang lalu, setahun bersama-sama. Ini merupakan forum untuk membangun masa depan Sulbar seperti yang dikatakan Pak Gubernur dan Pak Sekda,” ucapnya.
Dalam suasana yang cair, Zudan bahkan sempat melontarkan candaan ingin kembali melakukan aktivitas yang pernah dijalani saat bertugas di Sulbar.
“Kalau perlu nanti kita datang lagi main bola lagi,” katanya yang langsung disambut tawa para tamu.
Pertemuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena berlangsung setelah muncul polemik terkait layanan ASN Digital yang sempat memicu berbagai tanggapan di kalangan aparatur sipil negara di Sulawesi Barat. Namun dalam pertemuan itu, tidak terlihat adanya ketegangan. Sebaliknya, kedua pihak menunjukkan hubungan yang tetap harmonis.
Menegaskan hal tersebut, Zudan menutup pernyataannya dengan kalimat singkat.
“Dari dulu cair. Dari dulu cair, tidak ada masalah,” pungkasnya.