POLMAN, Mekora.id – Operasi pencarian terhadap dua bocah yang hilang akibat terseret arus Sungai Mapilli, Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, masih terus berlangsung. Memasuki hari kedua pencarian, Sabtu (6/6/2026), Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan keberadaan kedua korban.

Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WITA, personel gabungan kembali diterjunkan untuk menyisir aliran sungai hingga menuju kawasan muara. Pencarian melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Polman, Brimob, Kodim Polman, BPBD, Polsek Mapilli, PSC 119, Dinas Pemadam Kebakaran, Tagana, Tim Inafis Polres Polman, serta masyarakat setempat.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sisi kiri sungai menuju arah muara sejauh kurang lebih dua kilometer dari titik terakhir korban diketahui berada.

Sementara itu, SRU kedua bergerak menyisir sisi kanan sungai dengan jarak yang sama guna memastikan seluruh area pencarian dapat terjangkau secara maksimal.

Dalam operasi tersebut, tim SAR memanfaatkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari perahu karet, kendaraan operasional, alat navigasi, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.

Meski cuaca sepanjang hari terpantau cerah dan cukup mendukung, pencarian belum membuahkan hasil. Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA karena faktor keterbatasan jarak pandang, kedua korban masih belum ditemukan.

Bermula dari Tragedi Lima Anak Tenggelam

Peristiwa tragis itu terjadi ketika lima orang anak dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berada di sekitar Sungai Mapilli.

Dari lima korban, dua anak berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, yakni Fatimah (6) dan Zakia (6). Sementara satu korban lainnya, Fausiah Rafifa (6), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Adapun dua korban yang hingga kini masih dalam pencarian masing-masing bernama Humairah (7) dan Dermawan (6).

Pencarian Akan Diperluas Hingga Muara

Tim SAR Gabungan berencana melanjutkan operasi pencarian pada Minggu (7/6/2026) mulai pukul 07.00 WITA.

Pada hari ketiga pencarian, area penyisiran akan diperluas hingga ke wilayah muara sungai untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh ke hilir.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Mapilli hingga kawasan muara, agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.

Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu mempercepat proses pencarian dan evakuasi dua bocah yang hingga kini masih belum ditemukan.