Sikap Politik WALHI Untuk Pemilu 2024, Pilah-Pilih-Pulih
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

WALHI membacakan sikap politik untuk Pemilu 2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Menyikapi dinamika dan situasi politik yang belakangan ini terhadap Pemilu serentak 2024. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengatakan manifesto politiknya.
WALHI menyebut, dinamika yang terjadi belakangan ini merupakan kiblat kemunduran demokrasi, penyempitan ruang- ruang sipil, pembangkangan konstitusi dan pelanggengan praktik pengerukan sumber daya alam secara ugal-ugalan.
“Memperhatikan kinerja pemerintah yang semakin jauh dari amanah pasal 33 Konstitusi, serta pemilu sebagai momentum rakyat memberikan amanahnya,” kata Zenzi Suhadi dalam deklarasi Walhi di Jakarta.
WALHI secara lugas menyerukan terhadap seluruh elemen lembaga masyarakat sipil itu bersama Rakyat, untuk mengamalkan prinsip PILAH-PILIH-PULIH pada Pilpres dan Pileg.
Memilah berdasarkan Rekam Jejak Kejahatan Konstitusi, HAM, Lingkungan, dan Pelanggaran Etik; dengan menggunakan Nilai dan Prinsip WALHI.
“Sebagai panduan, mencermati dan membedah Visi- Misi, program dan agenda setiap kandidat Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif Menelusuri, melihat lebih dalam dan membongkar kepentingan aktor-aktor pendukung di balik setiap kandidat Presiden, Wakil Presiden, serta calon legislatif,” kata Direktur Eksekutif Nasional, Zenzi Suhadi, melalui rilis tertulisnya, Selasa (06/02/2024).
Sementara Prinsip Pilih Pulih, WALHI menjabarkan agar menolak terjebak pada janji, gimmick, pencitraan dan praktik politik transaksional oleh para kandidat yang berwatak curang, culas, dan ugal-ugalan.
“Berkomitmen memilih kader politik hijau yang mengusung agenda platform politik keadilan ekologi, berkomitmen untuk terus mengawal agenda perwujudan Pulihkan Indonesia,” tutur Zenzi Suhadi.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
