Pembangunan Berkeadilan Jadi Harapan Pejuang Pembentukan Sulbar di Usia ke-19 Tahun
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
- comment 2 komentar
- print Cetak

Tokoh penggagas pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, Basri Hasanuddin. (Foto : Sugiarto/mekora.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat resmi ditetapkan sebagai daerah otonomi baru (DOB) sejak 04 Oktober 2004 yang diperingati setiap 22 September.
Dengan momentum ini, sejumlah tokoh pejuang pembentukan Sulawesi Barat, berkumpul di malam hari jadi ke-19 tahun Sulbar. Pertemuan itu berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim, Kamis (21/09/2023).
Menurut Basri Hasanuddin, kehadiran para pejuang Sulawesi Barat itu untuk merefleksikan hari jadi Sulawesi Barat. Terutama berbagi cerita dan cita-cita Untuk kemajuan masa mendatang.
“Para pelaku sejarah pembentukan Sulbar bertukar pikiran apa yang perlu kita lakukan kedepan untuk kemajuan Sulawesi Barat,” kata Prof Basri.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Indonesia ini Presiden Gusdur ini berharap, rel pembangunan Sulawesi Barat selalu mengedepankan keadilan.
“Sekarang ini lain dengan tahap perjuangan dulu, sekarang jembatan yang sudah hadir dan apa yang ada dibalik jembatan itu,”kata Basri Hasanuddin.
Tokoh penting pencetus Sulawesi Barat ini mengatakan, pembangunan mesti dirasakan semua lapisan masyarakat di Sulbar.
“Kita harapkan kedepan kemajuan-kemajuan yang dicapai itu semakin berkembang dan berkeadilan, agar bisa dinikmati sebanyak-banyaknya rakyat Sulbar,” kata eks Rektor Unhas ini.
Meski sejumlah persoalan masih dihadapi, Mantan Duta Besar Indonesia Untuk Iran ini melihat perkembangan Sulawesi Barat cukup baik.
“Banyak yang sudah dicapai tetapi banyak juga yang harus dikerjakan,” ungkapnya.
Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A., lahir pada 6 November 1939, dia merupakan tokoh penting penggagas Sulawesi Barat dengan sederet jabatan mentereng.
- Rektor Universitas Hasanuddin Makassar ke-9 (1989-1997)
- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (26 November 1999 – 23 Agustus 2000)
- Duta Besar Indonesia untuk Iran ke-15 (21 Agustus 2003 – 1 Oktober 2006)
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
