MAKASSAR, Mekora.id – Momentum Hari Raya Idul Adha selalu menjadi ruang sakral untuk merefleksikan esensi keikhlasan, kepedulian, sekaligus merajut kembali simpul solidaritas sosial. Bergerak dari semangat kemanusiaan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menginisiasi program bertajuk “PNM Bersyukur dan Berkurban” dengan menyalurkan stimulus hewan kurban berupa sapi kepada masyarakat di berbagai pelosok daerah.

Aksi filantropi korporasi ini digulirkan secara masif dan serentak di 18 jaringan Kantor Cabang PNM di seluruh Indonesia. Fokus penyaluran menyasar langsung kepada klaster warga desa dan masyarakat pra-sejahtera yang bermukim di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Khusus di koridor PNM Cabang Makassar, prosesi penyembelihan hingga distribusi daging kurban dipusatkan di pelataran Kantor Cabang Makassar. Agenda sosial ini melibatkan kolaborasi aktif antara jajaran insan PNM, tokoh masyarakat setempat, serta warga sekitar guna memastikan penyaluran tepat sasaran.

Langkah konkret ini menjadi bukti nyata komitmen PNM dalam menghadirkan kebermanfaatan yang inklusif, sekaligus mengawinkan nilai gotong royong dengan pemberdayaan lingkungan yang selama ini tumbuh di ekosistem pedesaan.

Menyentuh Sisi Sosial di Usia ke-27

Gerakan “PNM Bersyukur dan Berkurban” ini sejatinya menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PNM ke-27. Mengusung jargon filosofis “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan,” korporasi pelat merah ini ingin menegaskan bahwa eksistensi mereka di tengah publik tidak sekadar memburu profit atau membatasi diri pada instrumen pembiayaan dan pendampingan usaha mikro semata. Lebih dari itu, PNM berupaya menyentuh aspek emosional dan sosial kehidupan masyarakat bawah.

Suntikan kepedulian ini pun disambut hangat oleh warga. Irawati, salah seorang warga di wilayah operasional PNM Cabang Makassar, melempar apresiasi tinggi atas paket daging kurban yang ia terima. Baginya, bantuan pangan ini dirasa sangat kontekstual dan berdampak langsung pada pemenuhan gizi keluarga di tengah momentum hari raya.

“Alhamdulillah, baru kali ini saya mendapat daging kurban dari PNM. Tentu saya sangat senang mendapatkan perhatian seperti ini. Semoga menjadi berkah dan ke depan PNM bisa semakin sukses serta terus maju,” tutur Irawati penuh haru.

Melampaui Sekadar Angka Pembiayaan

Melalui program berkala ini, PNM ingin menyuarakan pesan bahwa indikator kesuksesan sebuah perusahaan tidak boleh melulu diukur dari neraca keuangan atau capaian angka penyaluran modal. Kehadiran fisik yang membawa dampak sosial (social value) dan kemanusiaan di tengah lingkungan sekitar justru menjadi fondasi keberlanjutan korporasi.

Manajemen PNM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peran ganda—sebagai motor penggerak ekonomi mikro sekaligus sebagai benteng kepedulian sosial. Melalui ritual kurban yang diintegrasikan dengan aksi sosial ini, PNM berharap esensi Idul Adha dapat menginspirasi banyak pihak bahwa setiap tindakan berbagi, sekecil apa pun, mampu memantik asa dan arti besar bagi kelangsungan hidup masyarakat.

Hingga usia hampir mendekati tiga dekade, PNM terus berupaya membuktikan diri bukan sekadar lembaga pembiayaan, melainkan mitra tumbuh yang ikut memikul tanggung jawab moral terhadap kesejahteraan kolektif bangsa.