MAMUJU, Mekora.id – Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama eksplorasi logam tanah jarang (LTJ) di Sulawesi Barat. Tawaran itu mencakup penggunaan teknologi pertambangan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal AS di Surabaya, John McDaniel, saat bertemu Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Barat, Alexander Arruan Pasau, di Kantor Dinas ESDM Sulbar, Kamis (22/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, McDaniel menyatakan pihaknya ingin membangun kerja sama dengan mengutamakan perlindungan lingkungan dan meminimalkan risiko terhadap kehidupan masyarakat di sekitar wilayah eksplorasi.

Ia juga menawarkan pendekatan pengelolaan dengan standar yang ketat, merujuk pada penerapan teknologi perusahaan AS di Mozambik yang disebutnya masih menjalankan kegiatan eksplorasi LTJ.

“Bila kerja sama terjalin, kami akan meningkatkan mutu sumber daya manusia lokal melalui pemberian pengetahuan tentang cara mengelola tambang logam tanah jarang secara bermutu dan tidak merusak lingkungan,” ujar McDaniel.

Menurutnya, kunjungan tersebut dapat menjadi ruang pertukaran informasi mengenai perkembangan teknologi, pengalaman internasional, dan peluang kerja sama dalam pengelolaan LTJ.

Sementara itu, Alexander mengatakan pengembangan potensi LTJ di Sulawesi Barat harus melalui tahapan yang terencana, dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, perizinan, serta kepentingan masyarakat setempat.

“Pengembangan logam tanah jarang di Sulawesi Barat harus dipersiapkan secara matang. Kita perlu memastikan bahwa aspek teknologi, perlindungan lingkungan, pengelolaan limbah, dan kepentingan masyarakat menjadi perhatian utama,” katanya.

Ia menambahkan, setiap rencana pengembangan perlu melewati kajian kelayakan teknis, memenuhi ketentuan perundang-undangan, menjalani proses perizinan, serta dilengkapi kajian dampak lingkungan. Komunikasi terbuka dengan masyarakat dan tokoh setempat juga dinilai penting.

Dinas ESDM Sulbar menyatakan setiap peluang pengembangan sumber daya mineral perlu dikaji secara cermat agar sesuai dengan regulasi, memperhatikan daya dukung lingkungan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut belum merinci bentuk kerja sama yang akan dijalankan maupun perusahaan AS yang berpotensi terlibat dalam eksplorasi LTJ di Sulawesi Barat.