Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Warga Siraun Ditandu 18 Kilometer ke Puskesmas, Kades Harap Ambulans Desa

Warga Siraun Ditandu 18 Kilometer ke Puskesmas, Kades Harap Ambulans Desa

  • account_circle Beye
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Seorang warga lanjut usia bernama Matius L (65) asal Desa Siraun, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, terpaksa ditandu oleh warga sejauh 18 kilometer menuju Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini kembali menggambarkan sulitnya akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman Kecamatan Kalumpang akibat kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.

Matius dilaporkan mengalami sakit yang membutuhkan penanganan medis segera. Namun, keterbatasan akses transportasi membuat keluarga dan warga sekitar harus mengambil langkah darurat dengan membawa Matius menggunakan tandu secara manual menuju fasilitas kesehatan.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh sejumlah warga. Mereka berjalan kaki melewati jalan setapak, perbukitan, serta medan yang cukup terjal karena kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau wilayah tersebut.

Perjalanan menuju puskesmas pun memakan waktu berjam-jam. Warga harus bergantian memikul tandu yang dibuat dari bahan sederhana agar Matius tetap bisa dibawa menuju tempat pelayanan kesehatan.

“Perjalanan sangat berat karena jaraknya jauh dan jalannya juga cukup sulit dilalui. Warga harus bergantian menandu agar bisa sampai ke puskesmas,” ujar Hasan, Kepala Desa Siraun saat diwawancarai Mekora.id, Jumat (6/3/2026).

Hasan mengungkapkan bahwa dalam kondisi darurat seperti ini, warga Desa Siraun selama ini hanya mengandalkan tenaga manusia untuk membawa pasien keluar dari desa menuju fasilitas kesehatan.

Menurutnya, peristiwa warga sakit yang harus ditandu sejauh puluhan kilometer bukan kali pertama terjadi di wilayah pedalaman Kecamatan Kalumpang. Kondisi jalan yang rusak dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat menjadi kendala utama masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.

Kades Minta Program Satu Desa Satu Ambulans Segera Disalurkan

Atas kejadian tersebut, Hasan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami masyarakat di desanya. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Hasan secara khusus memohon kepada Bupati Mamuju agar program pemerintah daerah “Satu Desa Satu Ambulans” dapat segera direalisasikan di Desa Siraun.

“Kami sangat berharap kepada Ibu Bupati Mamuju agar dapat segera menyalurkan 1 unit ambulans desa. Kendaraan ini sangat dibutuhkan warga, terutama ketika ada masyarakat yang sakit atau membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan sarana transportasi selama ini membuat masyarakat kesulitan membawa pasien menuju fasilitas kesehatan yang jaraknya cukup jauh dari desa.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan ambulans akan sangat membantu masyarakat dalam mengurangi jarak tempuh ketika membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.

“Jika ada ambulans, minimal jarak menandu ketika ada warga yang sakit menuju puskesmas bisa berkurang. Dari sekitar 18 kilometer bisa menjadi sekitar 8 kilometer, sehingga tentu akan sangat membantu keselamatan warga,” jelas Hasan.

Warga Juga Harapkan Perbaikan Akses Jalan

Selain kebutuhan ambulans, masyarakat Desa Siraun juga berharap adanya perbaikan dan pembangunan akses jalan menuju wilayah mereka. Menurut Hasan, kondisi jalan yang sulit tidak hanya menghambat pelayanan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi desa-desa terpencil di Kecamatan Kalumpang agar akses transportasi, layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dapat lebih merata,” tutup Hasan.

  • Penulis: Beye

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi Merah putih Sulbar

    Sulbar Peringkat Pertama Nasional Bentuk Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menempati peringkat pertama nasional dalam pembentukan dan pengesahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), berdasarkan data yang dirilis Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham RI, Minggu (1/6/2025) pukul 10.00 WIB. Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulbar, Sunu Tedi […]

  • Vendetta di DPRD Mamuju

    Pelayanan Administrasi DPRD Mamuju Dikeluhkan Buruk, Vendetta Desak Sekwan Dicopot

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Vendetta mengkritik pelayanan administrasi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mamuju yang dinilai buruk. Pasalnya, agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang dijadwalkan pada Selasa, (11/02/2025) kemarin, bertabrakan dengan jadwal Musrembang kecamatan. Hal itu kata Ketua Gerakan Vendetta, Amrozi, berakibat […]

  • Makam raja Mamuju

    GMNI Mamuju Peringati Hari Pahlawan di Makam Raja Mamuju Pue Tonileo, Kondisinya Memprihatinkan

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 229
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Momentum Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November, dimanfaatkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju dengan berziarah ke makam pejuang pada abad 18, Raja Mamuju Pue Tonileo. Lebopang atau Maradika (Raja dalam bahasa Mamuju) bergelar Pue Tonileo, dia memerintah kerajaan Mamuju antara tahun 1700-1709. Makam Lebopang terletak di Tambi, Kelurahan […]

  • Direktur Logos Politika, Maenunis.

    Menakar Jadwal Pilkada 2024, Jika Dimajukan Kursi Dukungan Gunakan Hasil Pileg 2019

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pengamat politik dari Logos Politika, Maenunis, mengatakan wacana perubahan jadwal Pilkada dari November 2024 menjadi September 2024 semakin menguat. Hal tersebut setelah rapat bersama antara Komisi II DPR RI, Mendagri dan KPU RI membahas jadwal untuk memajukan pemungutan suara Pilkada, pada 20 September 2023 lalu. “Kalau dilihat berbagai komentar dari Mendagri, KPU […]

  • Kabag Umum dan Kabag Keuangan DPRD Sulbar temui pekerja cleaning service.

    Sekretariat DPRD Sulbar Ajak Pekerja Cleaning Service Duduk Bersama

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 144
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sekretariat DPRD Sulawesi Barat melakukan pertemuan dengan para pekerja bidang Cleaning Service di Kantor DPRD Sulbar, Kamis (25/01/2024). Dalam pertemuan ini mereka terlihat berbincang santai sambil mengevaluasi pelayanan. Hal itu dimaksudkan agar pelayanan untuk para anggota dewan dapat maksimal. Pertemuan itu dipimpin oleh Kabag Umum dan Keuangan DPRD Sulbar, Stephanus, didampingi Kasubag […]

  • Konflik Tambang di Karossa

    JATAM Desak Gubernur Sulbar Bertanggung Jawab atas Konflik Tambang Pasir di Karossa

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 229
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mendesak Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk bertanggung jawab atas pecahnya konflik horizontal terkait penolakan aktivitas tambang pasir di Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Minggu, 27 April 2025 sore. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara JATAM, Alfarhat, dalam keterangan resminya pada Senin malam (28/4/2025). Menurut Alfarhat, ketidaktegasan Pemerintah Provinsi […]

expand_less