Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Pemkot Bontang Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Seminar Nasional UMKT

Pemkot Bontang Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting di Seminar Nasional UMKT

  • account_circle zul
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mekora.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), di Auditorium Gedung E UMKT Samarinda, Rabu (20/8/2025).

Seminar yang mengusung tema “Strategi Promotif & Preventif dalam Penurunan Stunting, Pendekatan Berbasis Komunitas dan Pengabdian Masyarakat di Kalimantan Timur” itu menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor.

“Kami mengedepankan 8 Aksi Intervensi Penurunan Stunting yang mencakup analisis situasi, perencanaan, hingga evaluasi berbasis data. Semua OPD terkait bergerak secara sinergis,” tegas Neni di hadapan peserta seminar.

Ia juga memaparkan program unggulan Dinas Kesehatan Bontang, di antaranya Gerakan Operasi Timbang serentak, Aksi Bergizi di Sekolah, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), hingga Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Pencegahan sejak dini pun dilakukan melalui Mini Loka Karya Stunting di kecamatan serta Audit Kasus Stunting bagi calon pengantin dan ibu hamil.

Tak hanya mengandalkan pemerintah, Neni menekankan pentingnya dukungan dunia usaha. Menurutnya, kontribusi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi pilar penting. Sejumlah perusahaan yang terlibat aktif antara lain PT Pupuk Kaltim (PKT), PT Kaltim Parna Industri, PT Badak NGL, Pertagas, Bapak Asuh Stunting (Baas), PT WIKA, dan PT United Tractors.

“Kolaborasi bersama semua pihak ini kunci keberhasilan kita dalam menciptakan generasi bebas stunting di Kalimantan Timur,” ujar Neni.

Acara turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bontang, Dasuki, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Eddy Forestwanto, Kepala Dinas Kesehatan, Bahtiar Mabe, Dekan FK UMKT, Andi Sofyan Hasdam, serta Ketua PKK Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Komitmen Stakeholders Eksternal terkait Program Unggulan UMKT, yang semakin menguatkan tekad bersama dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur.

  • Penulis: zul

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sandeq 2024

    Sandeq Heritage Festival 2024 : Anak Passandeq Dapat Beasiswa Dari Pemprov Sulbar

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 80
    • 3Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Momen Sandeq Heritage Festival 2024, turut menjadi hal istimewa bagi anak-anak passandeq. Pasalnya untuk pertama kali sejak dilaksanakan, Pemprov Sulawesi Barat memberikan beasiswa bagi anak-anak Pasandeq (pengemudi perahu Sandeq). Pemberian beasiswa bagi anak-anak Passandeq itu mendapat pujian dari Wakil Ketua Panitia, Ridwan Alimuddin. Ia menyebut langkah ini sebagai gebrakan luar biasa yang […]

  • Wali Kota Bontang Instruksikan OPD Tingkatkan Efisiensi dan Inovasi Hadapi Tantangan Fiskal 2026

    Wali Kota Bontang Instruksikan OPD Tingkatkan Efisiensi dan Inovasi Hadapi Tantangan Fiskal 2026

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk tetap menjaga kinerja dan semangat kerja di tengah prediksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Pengendalian dan Operasional Kegiatan (RADALOK) Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang, Senin […]

  • Pemuda ditikam gara-gara injak kaki

    Cuma Karena Injak Kaki, Pemuda di Mamuju Kena Tikam

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 49
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang pemuda di Mamuju, Sulawesi Barat, berinisial HY (19) tidak berkutik setelah dibekuk polisi di tempat persembunyiannya, setelah menikam seorang pemuda lain di salah satu Wisma di Jl. Andi Depu, pada 2 Mei 2024 lalu. Menurut Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Jamaluddin, peristiwa itu terjadi ketika pelaku dan korban berada di depan […]

  • Haris Halim Sinreng dituntut 3 Tahun penjara

    Cabup Mateng Haris Halim Sinreng Dituntut 3 Tahun Penjara

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 70
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus dugaan ijazah palsu dengan terdakwa Calon Bupati (Cabup) Mamuju Tengah (Mateng), Haris Halim Sindring, memasuki babak baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 3 tahun atau 36 bulan serta denda sebesar Rp36 juta subsider 2 bulan kurungan. “Malam ini terdakwa perkara ijazah palsu dituntut pidana 3 tahun, […]

  • Tamsapi Mamuju

    Bosan Dijanji Pemda, Warga Tamasapi Mamuju Patungan Cor Jalan Rusak Bertahun-tahun

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Warga di Lingkungan Tamasapi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya memilih bertindak sendiri. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan utama di wilayahnya yang sudah bertahun-tahun rusak parah, setelah merasa lelah menunggu janji perbaikan dari pemerintah daerah. Sejak pagi, Minggu (26/10/2025), puluhan warga tampak bahu-membahu mengangkut pasir dan kerikil. Di bawah terik matahari, […]

  • Uang palsu

    Jika Terlanjur Terima Uang Palsu, Apakah Bisa Ditukar?, ini Kata BI

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Terungkapnya pembuatan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar, menghebohkan publik. Peredarannya pun meluas ke daerah, termasuk Sulawesi Barat (Sulbar). Dari hasil pengungkapan kepolisian, empat orang sindikat di Mamuju tangkap yang diduga mengedarkan uang palsu sebanyak 20 juta. Dari tangan para pelaku, polisi mendapatkan uang palsu pecahan 100 ribu senilai 11 juta. […]

expand_less