Bertemu Ketua MPR RI, GMNI Bahas Kaderisasi Hingga Ekonomi Kerakyatan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPP GMNI temui Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.a
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Mekora.id – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) melakukan audiensi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, di Kompleks DPR/MPR RI pada Senin (20/01/2025).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk rencana besar GMNI untuk menghidupkan kaderisasi berbasis nilai-nilai ajaran Bung Karno.
Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi, menegaskan komitmen Orgasnisasi yang berazas Marhaenisme ini untuk mencetak kader-kader yang siap meneruskan cita-cita perjuangan Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kaderisasi ini merupakan wahana bagi kami untuk melahirkan kader-kader ideologis, ‘Sukarno-sukarno muda’ yang siap mengamalkan ajaran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Imanuel.
GMNI juga menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Muzani yang dinilai berperan penting dalam pemulihan nama baik Bung Karno. Muzani terlibat dalam proses pencabutan TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967, yang sebelumnya dianggap merugikan citra presiden pertama Indonesia tersebut.
“Kami mengapresiasi Ketua MPR-RI, yang merupakan tokoh penting dalam pencabutan TAP MPRS tersebut, sehingga nama baik Bung Karno pulih setelah puluhan tahun ternoda,” tambah Imanuel.
Selain itu, organisasi yang lahir 23 Maret 1953 ini mendukung kebijakan-kebijakan negara yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan, seperti program makan bergizi gratis dan penghapusan utang untuk petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dalam sambutannya, menekankan pentingnya persatuan sebagai kunci keberhasilan bangsa. Ia mengingatkan bahwa ajaran gotong royong dalam Pancasila mencerminkan nilai fundamental dari persatuan.
“Pancasila pun, intinya adalah gotong royong atau persatuan,” tegas Muzani.
Muzani mengajak GMNI untuk tetap memegang teguh idealisme dan tetap realistis dalam menyikapi permasalahan bangsa. Ia juga mengapresiasi keteguhan GMNI dalam melewati berbagai tantangan di masa lalu, yang disebut sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.
“GMNI sudah pernah melalui masa sulitnya dulu, saya yakin itu menjadi bekal bagi kematangan GMNI kini dan di masa depan,” tutup Muzani.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
