Stunting Masih Jadi Pekerjaan Rumah Sulbar
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
- comment 3 komentar
- print Cetak

Sekrprov Sulbar, Muhammad Idris, memberi keterangan pers usai FGD dengan tim Monev Kemendagri di Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk monitoring dan evaluasi percepatan penurunan Stunting. Dilaksanakan di Graha Sandeq Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (26/10/2023).
FGD ini dibuka resmi oleh sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, yang dihadiri tim monitoring dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri dan Kemenko PMK.
Selain itu hadir juga tim pengendali dari Forkopimda dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar.
Menurut Muhammad Idris, penanganan stunting masih jadi pekerjaan rumah untuk Sulbar, sebab sampai saat ini belum bergeser dari peringkat dua nasional dengan angka previlens sebesar 35,0 persen (data SSGI tahun 2022).
“Ini menjadi pekerjaan terbesar bagaimana percepatan penurunan stunting, namun kami terus berkomitmen untuk menurunkan stunting di Sulbar mulai dari level nasional sampai level daerah,” kata Idris.
Kata Idris, Pemprov saat ini mencanangkan sejumlah program, salah satunya mencanangkan program penanganan 4+1 masalah Sulbar.
“Saat ini Pemprov telah mencanangkan program empat plus satu, APBD kami fokuskan untuk penanganan stunting,” kata Idris.
Meskipun memiliki angka cukup tinggi, namun menurut Idris, jumlah penduduk di Sulbar sebesar 1,4 juta terbilang kecil dibandingkan dengan daerah lain.
“Penyebab utama stunting di Sulbar yaitu permasalah pernikahan usia dini, kami sudah berkali-kali berdiskusi dan pernikahan dini menjadi akar,”ujar Idris.
Tim Monev Terpadu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah Ditjen Pembangunan Daerah Dr Erliani, Budi Lestari, mengatakan Sulbar menjadi tujuan utama dalam melakukan penurunan stunting. Sebab menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan percepatan penurunan stunting dari 12 provinsi.
“Penting sekali kami berkunjung, karena ada kenaikan prevalensi stunting di Sulbar dari Provinsi Kaltim yaitu sebesar 1,2 persen,” kata Erlina.
Menurutnya, perlu ada akselerasi dan percepatan delapan aksi konvergensi. Namun ia menyampaikan bahwa Kemendagri sangat mengapresiasi upaya penurunan stunting yang dilakukan Provinsi Sulbar.
“Hasil temuan dilapangan, ternyata aplikasi yang telah dibuat tersebut belum dilaksanakan di tingkat desa dan kelurahan mungkin ada hambatan,” ucap Erlina.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, mengatakan percepatan penanganan stunting menjadi fokus yang saat ini ditargetkan turun. Dia mengatakan partisipasi dari segala pihak mengenai masalah ini sangat penting.
“Ini semua ahli dari pusat juga turun, sehingga kita harapkan semua pihak berkolaborasi bersama dalam menangani masalah ini,” kata Murwanto.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
