Organisasi Mahasiswa Penghayat Kepercayaan di Unsulbar Mulai Rekrut Anggota Baru
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 3 Sep 2023
- comment 0 komentar
- print Cetak

PPKAM-PUS Cabang Majene melakukan kaderisasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAJENE, mekora.id – Organisasi Pemuda Penghayat Kepercayaan Ada’ Mappurondo Pitu Ulunna Salu (PPKAM-PUS) di Majene, melakukan penyambutan mahasiswa baru, Sabtu (02/09/2023) malam.
Demisioner ketua PPKAM P.U.S Cabang Majene, Galawin mengatakan, sejak organisasi mahasiswa penganut kepercayaan terbentuk 2015 silam di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), mereka masih masih kesulitan mengakses mata kuliah pendidikan agama.
“Sejak tahun 2015 mahasiswa penganut penghayat kepercayaan Unsulbar, seakan di anak tirikan. Dalam mata kuliah agama kita belum diberikan kebijakan oleh kampus. Padahal kita juga miliki hak yang sama dan setara dengan agama-agama lain,” Kata Galawin.
Demisioner ketua Cabang periode 2017-2019 itu berharap, kaderisasi yang terlaksana dapat melahirkan generasi yang menjebol dan membawah arah organisasi lebih matang di masa mendatang.
“Selamat bergabung anggota baru, semoga yang didapat malam ini bisa memotivasi loyal pada lembaga kita dan memacu beraktivitas di masing-masing kampus,”lanjutnya.
Ketua PPKAM-PUS Cabang Majene, Adi Padang menyebut, Sejak perubahan Universitas Sulawesi Barat ke perguruan tinggi negeri 2013, mahasiswa aktif penghayat kepercayaan telah mencapai 64 orang.
“Keluhan hingga saat ini bagi mahasiswa penghayat kepercayaan adalah sistem penginputan nilai agama pada siakad. Pihak kampus hanya memberikan solusi sementara, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan,” kata Adi.
Untuk itu, PPKAM-PUS Cabang Majene telah menyusun misi yakni mengembangkan dan mempertahankan akhlak dan budi pekerti yang luhur, memelihara kesakralan nilai budaya ada’ mappurondo, mengembangkan kreativitas dan bakat generasi muda Mappurondo.
Selanjutnya, membina pribadi generasi muda yang mapan serta moral dan spiritual mengembangkan potensi keilmuan, kreatif, sosial dan budaya, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kepercayaan dan beragama, bermasyarakat, serta bernegara.
“Mahasiswa penghayat kepercayaan yang ada di Majene memiliki kajian rutin setiap malam minggu, membahas kebudayaan lokal dan sekolah organisasi,” ujarnya.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News