Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » Nasib Memprihatinkan Jalan di Kalumpang, Bertahun-tahun Rusak Bagaikan Kubangan Kerbau

Nasib Memprihatinkan Jalan di Kalumpang, Bertahun-tahun Rusak Bagaikan Kubangan Kerbau

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
  • comment 54 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Akses jalan penghubung di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, dikeluhkan warga, pasalnya jalan tersebut rusak berat, bagaikan kubangan kerbau yang penuh lumpur.

Salah satu warga yang melewali jalur itu, Yoyoda mengatakan, saat musim penghujang tiba, warga terpaksa bermalam untuk menunggu jalan kering. Hal itu dikarenakan akses jalan di Kecamatan Kalumpang itu rusak berat yang menajak sekitar 5 kilometer tidak bisa dilalui.

Padahal akses itu kata Yoyoda, merupakan akses penghubung utama dan satu-satunya yang menghubungkan lima desa di kecamatan Kalumpang, masing-masing Desa Kondo Bulo, Desa Karataun, Desa Siraun, Desa Lasa, dan Desa Salumakki.

“Ya biasanya mobil bermalam kalau tidak bisa tembus karena jalan banyak lumpur dan menanjak,” Kata Yoyoda, Minggu, (9/6/2024).

Jalan itu kata Yoyoda, selama bertahun-tahun belum pernah tersebut perbaikan, sehingga jalan tersebut masih berlapis tanah liat yang sewaktu musim hujan datang menjadi penghambat mobilitas warga.

Akibat akses yang rusak itu, warga juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena pasokan tidak menentu akibat akses jalan.

“Sangat merugikan waktu dan tenaga kami, khususnya angkutan yang memang melakukan mobilitas dijalan ini,” ungkap Yoyoda.

Sesekali, warga mengaku melakukan gotong royong untuk membersihkan jalan dari sisanya rembesan hujan. Batu-batu penghalang hingga jalan berlubang disejumlah jalan dibersihkan. Namun karena jalan rusak yang cukup panjang, kerja bakti itu sulit dilakukan rutin.

“Ya kadang-kadang kalau macet kami gotong royong bersama, tetapi kami tidak sanggup karena jalan rusaknya panjang,” ujarnya.

Untuk itu mereka berharap, pemerintah daerah memberi perhatian dan memperbaiki akses jalan tersebut. Warga mengaku sering frustasi akibat akses jalan tersebut rusak.

“Ya kami berharap ada perhatian dari pemerintah, kami ingin juga merasakan akses yang layak,” ungkapnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan manipulasi C1-Hasil Mamuju Tengah

    Ramai-Ramai Sorotan Dugaan Manipulasi C1-Hasil di Mamuju Tengah

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 239
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Integritas penyelenggara Pemilu 2024 khususnya wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) kini sedang diuji, hal itu menyusul serangkaian dugaan tindak kecurangan sedang menghangat di media sosial. Dugaan manipulasi C1-Hasil berukuran Plano awalnya di upload oleh akun Facebook Mohammad Fadly terkait pergantian raihan suara untuk Caleg partai tertentu di Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Mamuju […]

  • Menanti Pemimpin di Polman

    Menanti Pemimpin Revolusioner di Polman

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Oleh : Hamka Baharuddin (warga Polewali Mandar) Pilkada serentak 2024 akan segera dilaksanakan, sesuai Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024, pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka pada 27-29 Agustus 2024. dan pengumuman pasangan calon diumumkan 22 September 2024, hingga pencoblosan di 27 November 2024. Tentu jika melihat tahapan itu, Pilkada tidak lama lagi akan […]

  • Lahan warga Kabuloang dicaplok

    Pencaplokan Lahan Warga Kabuloang Temui Titik Terang, PTSP Sulbar Didesak Ciutkan WIUP PT. Polemaju

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus pencaplokan lahan warga seluas 79 hektar di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, oleh PT. Polemaju Mineral Mandiri memasuki babak baru. Pendamping Hukum Warga Kabuloang, Imanuddin, mengungkapkan upaya pembuktian lahan milik warga yang dicaplok masuk Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) perusahaan mulai menemui titik terang. Hal tersebut setelah warga […]

  • Sering digigit nyamuk

    Mengapa Kita Lebih Sering Digigit Nyamuk?, Ternyata Ini 5 Sebabnya

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 352
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pernahkah Anda merasa lebih sering digigit nyamuk di bandingkan orang lain di sekitar anda?. Di saat sedang beristirahat dan di sela-sela melakukan aktivitas, rasa gatal akibat gigitan nyamuk kerap kali membuat kita terganggu. Padahal kita telah membersihkan diri dan memakai pakaian yang bersih?. Nah ternyata ada loh, hal-hal yang dapat membuat kita […]

  • Pelaku uang palsu di Malunda Majene

    Peredaran Uang Palsu di Sulbar Merambah ke Malunda, Pelaku Modus Transfer

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 315
    • 2Komentar

    MAJENE, Mekora.id – Kasus peredaran uang palsu di Sulawesi Barat (Sulbar) semakin meresahkan warga, kali ini terjadi di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, pada Selasa (18/12/2024) malam. Peristiwa ini terdeteksi di dua lokasi berbeda dan diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Kapolsek Malunda, Iptu Muh. Irwan, menjelaskan insiden pertama dialami penjaga kios BRILink, Eka Ramadhani (17). […]

  • PKK Sulbar Tanam Cabai

    PKK Sulbar Jadi Bagian Gerakan Tanam Cabai Serentak di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 165
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mengikuti Gerakan Tanam Cabai serentak secara virtual bersama Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Jokowi , di Green Park Marasa Corner, Senin (04/03/2024). Penanaman cabai serentak dilakukan Ibu Negara didampingi istri-istri Menteri Kabinet Indonesia Maju, di pusatkan di Alun-Alun Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, […]

expand_less