Wakil Ketua DPRD Sulbar Hadiri Dialog Kebangsaan Densus 88 di STAIN Majene
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, menghadiri dialog di STAIN Majene.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAJENE, Mekora.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Sitti Suraidah Suhardi, menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan STAIN Majene, bertempat di Auditorium TIPD Lantai 5 STAIN Majene, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperluas wawasan kebangsaan bagi generasi muda menuju Indonesia Emas sekaligus membentuk sumber daya manusia yang berkarakter dan bebas dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Dialog kebangsaan ini juga sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Mengusung tema *“Merajut Kembali Benang Kebangsaan, Memetik Hikmah, Menjaga Harmoni dari Arus Perpecahan”*, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan nilai persatuan, toleransi, dan kebhinekaan di tengah kehidupan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat Muh. Darwis, Ketua STAIN Majene Wasilah Sahabuddin, Dosen STAIN Majene Muliadi, peneliti jaringan terorisme Rida Hesti Ratnasari, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, akademisi, dan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Suraidah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dialog kebangsaan yang dinilai penting dalam memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Terima kasih untuk kegiatan yang luar biasa ini. Semoga diskusi kita mengenai kebangsaan ini menjadi pemicu semangat kita untuk selalu menjaga keberagaman, baik di Indonesia secara umum maupun di Sulawesi Barat secara khusus,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dirawat bersama.
“Karena kita tahu, dengan keberagaman maka kita menjadi utuh. Bukan keseragaman, tetapi keberagamanlah yang mengikat kita dan memberikan warna untuk Indonesia yang lebih baik,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama sebagai modal utama membangun bangsa yang damai dan maju menuju Indonesia Emas.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
Saat ini belum ada komentar