Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Peristiwa » Sempat Ngaku Dianiaya Security, Warga Pasangkayu Ini Terungkap Berulang Terlibat Kasus Ninja Sawit

Sempat Ngaku Dianiaya Security, Warga Pasangkayu Ini Terungkap Berulang Terlibat Kasus Ninja Sawit

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASANGKAYU, Mekora.id – Sosok Nurdin alias Dedi (28), warga asal Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum security perusahaan sawit, belakangan terungkap memiliki riwayat panjang kasus pencurian tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan PT Letawa.

Dokumen internal perusahaan yang diterima Mekora.id menunjukkan, Nurdin bukan kali pertama terlibat kasus serupa. Pada 23 September 2025, ia pernah tertangkap saat memanen 18 tandan buah sawit di HGU PT Letawa, Blok 13 Juliet.

Saat itu, perkara diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku dimaafkan dan dibebaskan setelah membuat surat pernyataan tertulis bermaterai, berisi janji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.

“Apabila saya mengulangi perbuatan tersebut, saya bersedia dituntut dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tulis Nurdin alias Dedi dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya sendiri.

Kembali Tertangkap di Blok Juliet
Kasus lama itu mencuat kembali setelah aparat kepolisian menerima laporan pencurian sawit yang terjadi di wilayah Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu. Aksi pencurian ini selama ini dikenal warga sebagai praktik “ninja sawit”, karena kerap dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.

Terbaru, Tim Patroli Pengawasan PT Letawa mengamankan Dedi pada Rabu (4/2/2026) malam, sekitar pukul 22.00 Wita, di Blok Juliet, wilayah operasional perusahaan. Pelaku diduga tertangkap tangan saat hendak melangsir 16 janjang buah kelapa sawit.

Polisi: Ada Dugaan Aksi Berulang
Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, AKP Eru Riski, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut penyidik masih mendalami perkara, termasuk menelusuri apakah perbuatan itu dilakukan secara berulang.

“Laporan dari pihak perusahaan masih kami dalami. Berdasarkan keterangan awal, yang bersangkutan diduga sudah pernah melakukan perbuatan serupa,” ujar AKP Eru Riski.

Polisi, lanjutnya, akan memeriksa seluruh kronologi kejadian dan memastikan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum.

Kronologi Pengamanan Versi Perusahaan
Community Development PT Letawa, Agus, menjelaskan bahwa pengamanan bermula dari laporan karyawan afdeling sekitar pukul 19.00 Wita terkait aktivitas mencurigakan di Blok Juliet yang berada dalam areal tanam dan HGU PT Letawa.

“Informasi awal menyebutkan pelaku telah mengambil 16 janjang sawit dan berencana melangsirnya pada malam hari,” ujar Agus.

Sekitar pukul 21.00 Wita, laporan lanjutan diterima bahwa pelaku berada di lokasi. Tim patroli bersama karyawan afdeling kemudian bergerak ke TKP dan melakukan pengejaran hingga ke dalam blok.

“Pelaku berhasil diamankan di lokasi dan dibawa ke Mess Pam Obvit PT Letawa untuk dimintai keterangan awal,” tambahnya.

Kontras dengan Pengakuan Penganiayaan
Nama Nurdin alias Dedi sebelumnya mencuat ke publik setelah ia mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum security perusahaan sawit. Namun, munculnya dokumen lama dan riwayat kasus pencurian ini memberi konteks baru dalam perkara yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum.

Meski demikian, Polres Pasangkayu menegaskan seluruh proses hukum tetap akan dilakukan secara objektif, termasuk memeriksa dugaan kekerasan yang sempat dilaporkan, serta menelusuri unsur pidana pencurian yang kini disangkakan kepada pelaku.

Fenomena “Ninja Sawit”
Kasus pencurian sawit atau “ninja sawit” sendiri telah lama menjadi persoalan laten di sejumlah wilayah perkebunan di Pasangkayu. Fenomena ini kerap memicu konflik antara perusahaan dan warga, serta menuntut penanganan hukum yang transparan agar tidak memicu ketegangan sosial.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih berlangsung dan kepolisian belum memberikan keterangan akhir terkait status hukum pelaku.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dimas Anggara dan Keisha

    Pasha Ungu Murka, Dimas Anggara Diduga Tampar Kiesha Alvaro di Lokasi Syuting

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MEKORA.ID – Keributan di balik layar syuting mencuat ke publik usai penyanyi sekaligus anggota DPR RI, Pasha Ungu, meluapkan kekesalannya kepada aktor Dimas Anggara melalui Instagram Story. Selasa, (24/6/2025). Pasha yang juga ayah dari aktor muda Kiesha Alvaro, menuding Dimas telah menampar putranya saat berada di lokasi syuting. “Tuan Dimas Anggara, suaminya Nadinelist, pemain sinetron […]

  • Batik Air Mamuju Gagal Terbang

    Pesawat Batik Air Mamuju-Makassar Gagal Terbang Setelah Delay 5 Jam, Penumpang Mengaku Dirugikan

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 295
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penumpang Batik Air Tujuan Mamuju-Makassar terkatung-katung di Bandara Tampa Padang Mamuju gagal terbang di landasan pacu, pada, Rabu, (29/5/2024). Pesawat dengan nomor penerbangan Batik ID 6789 Mamuju-Makassar itu dijadwalkan berangkat pada pukul 13.45 WITA. Namun setelah delay selama 5 jam penerbangan itu akhirnya dibatalkan. Dampaknya, penumpang tujuan Mamuju-Makassar mengaku kecewa dengan maskapai […]

  • Deklarasi Kampanye damai Mamasa

    Deklarasi Kampanye Damai di Mamasa Molor Satu Setengah Jam Akibat Listrik Padam

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Deklarasi kampanye damai untuk Pilkada Kabupaten Mamasa yang dilaksanakan KPU Mamasa di Aula Mini Rumah Jabatan Bupati, molor akibat matinya listrik. Selasa, (23/9/2024). Dari jadwal sebelumnya yang diagendakan pada Pukul 14.00 WITA, baru berlangsung di pukul 15.30 WITA, setelah pihak KPU Mamasa mendatangkan mesin genset. Para peserta termasuk pasangan calon yang hadir […]

  • International Championship Taekwondo 2023 Bali

    Nurfadila Atlet Taekwondo Dari Mamuju Raih Medali Perunggu di International Championship 2023 Bali

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BALI, mekora.id – Nurfadila atlet Taekwondi dari Mamuju, Sulawesi Barat, berhasil menyabet medali perunggu di ajang International Championship Teakwando 2023 di Bali. Minggu (15/10/2023). Perempuan kelahiran Mamuju 23 Januari 2005 ini, meraih peringkat ketiga. Nurfadila berhak atas medali perunggu pada kategori Kyorugi Under 46 KG Senior Putri. Nurfadila atau yang akrab disapa Ling-ling ini adalah […]

  • Pendeta tewas di Mamuju

    Hilang Sejak Jumat, Seorang Pendeta di Mamuju Ditemukan Tewas di Kebun Jati

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 208
    • 3Komentar

    Disclaimer :  Artikel dan informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun untuk melakukan tindakan serupa. MAMUJU, mekora.id – Setelah dikabarkan hilang sejak Jumat, 9 Agustus 2024 lalu. Seorang Pendeta berinisial SA (56) di Mamuju, ditemukan tewas tergantung di Kebun Jati, di Jl. Soekarno/Hatta, Kelurahan Karema, Kota Mamuju, pada, Selasa, (13/8/2024) pagi. Menurut keterangan Kapolsek Mamuju, […]

  • Mohammad Syauqi Tanriwali, ASN Pemprov Sulbar

    Begini Klarifikasi Kepala Seksi Disdikbud Sulbar Pasca Dilaporkan ke Polisi Berselingkuh

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 146
    • 5Komentar

    Note : Hak Jawab ini kami berikan sebagai bagian pemenuhan kesetaraan hak setiap warga negara Indonesia, dan memenuhi kode etik Jurnaslistik (KEJ) MAMUJU, mekora.id – Pasca pelaporan dugaan kasus perzinahan yang menyeret Oknum Kepala Seksi dan Tenaga honorer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar. Mohammad Syauqi Tanriwali tampil di Media dan membantah seluruh tuduhan yang […]

expand_less