Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Industri Film Indonesia Pasca-Pandemi: Antara Prestasi Gemilang dan Tantangan Berkelanjutan

Industri Film Indonesia Pasca-Pandemi: Antara Prestasi Gemilang dan Tantangan Berkelanjutan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Artikel Opini Oleh : Fajar Shodiq Nurjati (2025)

Tahun 2024 menjadi penanda sejarah bagi industri perfilman Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak 1926, film nasional berhasil melampaui jumlah penonton film impor dengan pencapaian mencapai 60 juta penonton (Mahendra, 2024). Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat bahwa jumlah film layar lebar nasional yang masuk ke lembaga sensor juga melampaui jumlah film asing, dengan 285 judul film nasional berbanding 255 film impor (Republika, 2025). Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa industri film Indonesia telah bangkit dengan kuat setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Namun, di balik gemerlap pencapaian tersebut, pertanyaan mendasar muncul: apakah kebangkitan ini merupakan hasil dari ekosistem yang berkelanjutan, ataukah hanya momentum sesaat yang didorong oleh semangat komunitas tanpa fondasi ekonomi yang kuat? Perjalanan industri film Indonesia dalam empat tahun terakhir dapat digambarkan sebagai kisah kebangkitan yang dramatis. Pada tahun 2020, jumlah penonton anjlok drastis ke angka 19 juta akibat pandemi, bahkan merosot lebih dalam ke 4,5 juta penonton pada 2021 (Kompas, 2024).

Bioskop tutup, produksi terhenti, dan ribuan pekerja film kehilangan mata pencaharian. Namun, sejak 2022, industri mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan menarik 24 juta penonton, kemudian melonjak ke 55 juta pada 2023, hingga mencapai puncaknya di tahun 2024 dengan 61,2 juta penonton (GoodStats, 2024). Pencapaian 2024 semakin mengesankan ketika melihat data produksi film. Sepanjang tahun tersebut, tercatat 151 film Indonesia tayang di bioskop dengan genre horor mendominasi sebanyak 63 film, diikuti drama 54 film, dan komedi 18 film (Kontan, 2025). Dari jumlah tersebut, 21 film berhasil meraih lebih dari satu juta penonton, dengan “Agak Laen” memimpin dengan 9,1 juta penonton, jauh melampaui film impor terlaris “How to Make Millions Before Grandma Dies” yang hanya meraih 3,5 juta penonton (GoodStats, 2024).

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekprov Sulbar, Junda Maulana

    Sekprov Sulbar Tekankan Target MCSP 78 Persen, Dorong Tata Pemerintahan Lebih Akuntabel

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menegaskan bahwa Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) Tahun 2025 harus mampu mendorong peningkatan sistem pemerintahan yang akuntabel dan mencapai target capaian MCSP sebesar 78 persen. Hal itu disampaikan dalam Rapat Monev MCSP yang digelar di Room Theater […]

  • Bupati petahana Mamuju

    Kans Koalisi Gemuk Bupati Petahana di Pilkada Mamuju 2024

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Setelah mendapatkan rekomendasi sementara dari partai Hanura, bupati petahana Sutinah Suhardi hingga kini telah mengantongi lima partai politik (Parpol) pengusung, untuk untuk menghadapi Pilkada Mamuju 2024. Jika tidak aral melintang rekomendasi dari partai Demokrat, PBB, PKB, PAN, dan Hanura, setidaknya telah mencapai 16 kursi. Itu berarti Sutinah Suhardi telah mendapatkan lampu hijau […]

  • Soekarno Cup Sulbar

    Soekarno Cup Sulbar 2025 Lahirkan Juara Baru: SMK Fangboys Menang 6-2 di Final

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Turnamen futsal antar pelajar se-Sulawesi Barat bertajuk “Soekarno Cup” resmi berakhir pada Sabtu malam, 28 Juni 2025, dengan laga final mempertemukan SMK Fangboys dan SMAN 2 Kalukku A di Arena Futsal Mamuju. SMK Fangboys keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan lawannya dengan skor meyakinkan 6-2. Ketua panitia pelaksana, Ahmad Istiqlal Ismail, menyebut […]

  • Abdul Halim Wakil Ketua DPRD Sulbar

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Apresiasi Kinerja Pj Gubernur Prof Zudan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 19
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, mengapresiasi keberhasilan Penjabat (Pj) Gubernur, Zudan Arif Fakrulloh, selama 11 bulan menjabat. Program 4+1, pelayanan digitalisasi, hingga menjaga inflasi stabil dinilai Halim sebagai gebrakan Prof. Zudan yang berhasil memecah sejumlah permasalahan pokok Sulbar. Bahkan saat ini, Sulawesi Barat tercatat sebagai peringkat ketiga Provinsi dengan […]

  • Rumah Amblas di Sangkurio Kali Mamuju

    Rumah Warga di Sangkurio Kali Mamuju Amblas Akibat Banjir Selasa Lalu

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Rumah satu warga di Lingkungan Sangkurio, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, terpaksa ditinggali dengan rasa was-was akibat pondasi yang jebol saat banjir menghantam wilayah Mamuju dan sekitarnya, pada, Selasa, 13 Agustus 2024 sore. Menurut Abdullah P (74), hujan lebat pada Selasa sore itu seketika membuat anak sungai di dekat rumahnya tiba-tiba meluapkan air […]

  • M. Khalil Qibran (Galih)

    Setelah Dilantik Jadi Anggota DPRD Sulbar, Galih : Kritik Saya Jika Salah, Dukung Saya Jika Benar

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Setelah dilantik Anggota DPRD Sulawesi Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Kabupaten Mamuju, M. Khalil Qibran, menyatakan siap langsung bekerja dan turun lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat. Kata Politikus muda yang akrab disapa Galih itu, hal ini dilakukan agar aspirasi masyarakat benar-benar bisa diserap. “Setelah pelantikan ini saya harus banyak turun ke […]

expand_less