Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Badai Pasir Illiberal : Era Prabowo dan Garam Mahasiswa Diaspora Menolak Tawar

Badai Pasir Illiberal : Era Prabowo dan Garam Mahasiswa Diaspora Menolak Tawar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Fajar Asad Jawi
Mahasiswa Al-Azhar Mesir (Kader HMI Cabang Mesir)

DARI MUNAJAT MENJADI LUKA

20 Oktober 2024, estafet kepemimpinan Republik Indonesia berpindah ke Presiden ke-8, Prabowo Subianto. April 2026 ini, satu tahun lebih berlalu. Munajat rakyat saat itu tunggal : akhiri kemiskinan, pengangguran, ketimpangan.

BPS TW II-2025 mencatat pertumbuhan 5,12%, kemiskinan 8,47% (terendah sepanjang sejarah), pengangguran 4,76%, inflasi 2,4%. Di atas kertas, negara tampak pulih. Di bawah, rakyat batuk darah. Paradoks retorika dan realitas ini bukan sekadar angka. Ia luka.

 TIGA RETAKAN KONTRAK SOSIAL

Saat negara jadi sumber masalah, John Locke menulis, negara lahir dari kontrak : pajak ditukar transparansi, ketaatan ditukar perlindungan. Setahun Prabowo, kontrak itu retak di tiga titik.

Pertama, kegelapan fiskal. Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi etalase. Setneg 12 Agustus 2025 merilis data : 15 juta penerima, 5.103 SPPG, Rp8,2 T APBN plus Rp28 T dana mitra. Namun Presiden 15 Oktober 2025 mengakui rate keracunan 0,0007%, artinya 8.000-an anak sakit. Kemenkes menyebut penyebabnya sanitasi. NGO menyebut  systematic failure. Masalah fundamentalnyaa adalah : Rp28 T tidak melalui mekanisme APBN sehingga luput dari audit BPK, otomatis 5.103 SPPG dikelola TNI, Polri, BIN, NU, Muhammadiyah, Kadin, APJI tanpa lelang terbuka. 20 Oktober 2025 Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis critical assessment tahun pertama pemerintahan. Tanpa LHP BPK khusus yang dipublikasi, publik wajar menduga ini bukan salah kelola, ini desain yang rawan penyalahgunaan masif.

Kedua, instabilitas yang membunuh akuntabilitas. Sejak Oktober 2025 kabinet dirombak berulang atas nama percepatan program. Hak prerogatif Pasal 17 UUD 1945, benar. Tapi ICW 7 Juli 2025 merilis laporan koneksi elite di lingkar Presiden dan Wapres. Menteri diganti sebelum BPKP mengevaluasi kinerjanya. Akibatnya, 105 anak keracunan MBG tak ada yang bertanggung jawab. Proyek mercusuar seperti IKN dan Food Estate terus berjalan di tengah catatan WALHI soal deforestasi Kalimantan dan kritik ICW 8 Juni 2025 soal sektor energi. Reshuffle jadi pintu putar, bukan perbaikan.

Ketiga, teror sebagai instrumen kekuasaan. Pasal 28i ayat 4 UUD 1945 tegas : perlindungan HAM tanggung jawab negara. Maret 2025, Panitia Kerja RUU TNI rapat tertutup. Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menggerebek karena minim partisipasi publik. Kini ia diteror. Bukan hanya dia. Sejumlah pengkritik menerima kiriman bangkai ayam, bom molotov, hingga ancaman digital. KontraS, ELSAM, Amnesty International, Human Rights Watch, Front Line Defenders telah mendokumentasikan pola ini. Ketika kritik dibalas teror, demokrasi berubah rupa: ada pemilu, tapi kebebasan dikebiri. Inilah wajah demokrasi illiberal.

 BADAI PASIR MURAKAMI DAN KUTUKAN STRUKTUR

Haruki Murakami dalam  Kafka on the Shore : “Badai pasir mengejarmu. Kau ganti arah, ia ikut ganti arah.” Itulah nasib rakyat hari ini. Lahir miskin di desa, dikejar struktur. Lari ke kota, dikejar upah murah. Bersuara, dikejar molotov. Demokrasi rasa feodalisme ini bersiul nepotisme. Kekuasaan tak lagi melayani, tapi menghegemoni. Setiap kebijakan lahir tanpa  meaningful participation. Setiap undang-undang dibuat bukan untuk rakyat, tapi untuk legitimasi politik.

 PERAN INTELEKTUAL: LALAT PENGGANGGU YANG TAK BOLEH MATI

Para intelektual tak boleh lepas dari rakyat. Mahasiswa harus jadi lalat pengganggu negara: terus bertanya, “Benarkah kebijakan ini adil? Untuk siapa undang-undang ini dibuat?” Tugas kita memastikan keberpihakan, bukan sekadar stempel.

Di sinilah diaspora menemukan relevansi historisnya. Kami tidak lebih berani. Kami hanya lebih aman. Jarak memberi perlindungan, akses memberi senjata. Maka ada tiga peran yang tak bisa ditawar:

Pertama, melawan propaganda dengan riset. Rezim illiberal memonopoli data. Tugas kita membongkarnya dengan kajian tandingan dari jaringan akademisi kampus top dunia. Bedah LHP BPK, laporan ICW, WALHI, JPPI. Biar istana tak bisa berlindung di balik “kalian tak paham data”.

Kedua, internasionalisasi isu. Kasus Andrie Yunus kita bawa ke Amnesty dan Front Line Defenders. Deforestasi IKN dan Food Estate kita bawa ke Human Rights Watch. Kriminalisasi UU ITE kita bawa ke PBB. Papua dan deforestasi menjadi isu global karena tekanan global. Rezim illiberal takut pada dua hal: investor cabut dan malu di forum internasional.

Ketiga, menjadi tameng global. Setiap penangkapan di dalam negeri harus dibayar mahal dengan Kamisan di depan KBRI di berbagai Negara . Setiap teror harus dibalas dengan petisi global dan tagar internasional. Tujuannya menaikkan biaya politik represi.

PENUTUP: GARAM YANG MENOLAK TAWAR

Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran 1983 : “Mahasiswa harus bisa menjadi garam dan terang bagi bangsanya. Kalau garam sudah tawar dengan apa diasinkan? Kalau mahasiswa sudah apatis siapa yang akan melawan?”

HMI Cabang Istimewa Mesir menyerukan solidaritas Kamisan global. Sebab Ibu Pertiwi batuk darah. Pasal 28I ayat 4 dilanggar setiap hari. Badai pasir kekuasaan mengejar rakyat sampai ke desa terakhir.

Kami, mahasiswa diaspora, menolak jadi garam yang tawar. Dari jauh kami catat, kami arsipkan, kami teriakkan ke dunia. Karena kalau suara lantang kebenaran tak didengar istana, maka suara diaspora akan menggema ke istana lewat tekanan global.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah Haji Asal Mamuju Hilang di Tanah Suci

    Jamaah Haji Asal Mamuju Dilaporkan Hilang di Tanah Suci Sejak Juni 2024, Istri Tuntut Travel ALK

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 229
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang jamaah haji asal Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), bernama Kasman Mangguling dilaporkan sang istri Kasmawati, hilang sejak Juni 2024 saat menjalani ibadah haji di Arab Saudi. Menurut Kasmawati, suaminya, berangkat melalui Travel   dari Padang, Sumatera Barat, setelah membayar biaya sebesar Rp 100 juta pada salah leader yang ada di Mamuju, Sulbar. Kasman […]

  • Hitung cepat Pilkada Sulbar

    Hitung Cepat, SDK-JSM Menang di Pilkada Sulbar

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 187
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Hasil hitung cepat Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar) 2024, menempatkan pasangan calon nomor urut 3 (tiga), Suhardi Duka dan Salim S Mengga (SDK-JSM), unggul dalam perolehan suara atas tiga kandidat lainnya. Data yang dirilis Indikator menunjukkan, Pasangan SDK-JSM menang di angka 44,28 persen. Meninggal AIM-PAS 21,35 persen, ABM-Arwan 18,37 persen dan PHS Enny […]

  • PM Mongolia Mundur

    PM Mongolia Mundur Setelah Putranya Pamer Gaya Hidup Mewah

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 409
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Perdana Menteri (PM) Mongolia, Luvsannamsrai Oyun-Erdene, resmi mengundurkan diri dari jabatannya usai kalah dalam sidang mosi tidak percaya di parlemen pada Selasa, 3 Juni 2025 di ibu kota Ulaanbaatar. Pengunduran diri ini menyusul gelombang protes publik atas tuduhan korupsi yang diperparah oleh viralnya video yang memperlihatkan gaya hidup mewah putra Oyun-Erdene di […]

  • Bus Mamuju kecelakaan

    Bus Mamuju–Makassar Tabrak Rumah Warga di Campalagian, Lima Orang Terluka

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 354
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Sebuah bus penumpang jurusan Mamuju–Makassar mengalami kecelakaan lalu lintas dan menabrak rumah warga di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Selasa (10/2/2026) malam. Insiden ini menyebabkan lima orang mengalami luka-luka dan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.40 WITA. Bus Mercedes Benz bernomor […]

  • Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memenerikan pemaran tentang stunting.

    Ciptakan Generasi Emas, Wali Kota Bontang Optimis Zero Angka Stunting

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Mekora.id – Pemerintah Kota Bontang terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi, baik spesifik maupun sensitif. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pihaknya optimis untuk menekan angka stunting jadi zero. Katanya, masa depan generasi emas dimulai dari perbaikan gizi ibu hamil dan balita. “Masyarakat juga harus berperan aktif serta peningkatan akses air bersih dan […]

  • Sentra Gakkumdu Mamuju

    Penyelidikan Dugaan Pidana Pemilu PPK Balabalakang Dihentikan

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 276
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sentra Gakkumdu Kabupaten Mamuju, menghentikan proses penyelidikan pada dugaan pidana Pemilu terhadap Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Balabalakang. Penghentian itu menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju Rusdin, setelah tidak ditemukannya unsur materil dalam pokok dugaan pidana pemilu. “Centra Gakkumdu berkesimpulan bahwa kasus dugaan pidana pemilu ini tidak dapat kita lanjutkan ke tahap penyidikan, karena […]

expand_less