Mekora.id – Sebuah babak besar dalam sejarah sepak bola dunia resmi berakhir. Cristiano Ronaldo menutup perjalanan panjangnya di ajang Piala Dunia setelah Portugal tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Langkah Portugal terhenti usai takluk 0-1 dari Spanyol dalam duel sarat gengsi yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Mikel Merino pada masa injury time memastikan kemenangan La Furia Roja sekaligus mengakhiri kiprah Ronaldo di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.

Kekalahan itu bukan hanya mengantar Spanyol melaju ke perempat final, tetapi juga menjadi penutup perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia. Penyerang berusia 41 tahun tersebut sebelumnya telah menyatakan bahwa dirinya tidak akan kembali tampil pada edisi 2030.

“Tentu saya sedih. Itu hal yang wajar setelah tersingkir seperti ini,” ujar Ronaldo.

Penyerang berusia 41 tahun tersebut menegaskan tidak memiliki penyesalan. Ia merasa telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya untuk Portugal.

“Saya sudah memberikan segalanya, saya sudah melakukan yang terbaik, dan saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Inilah sepak bola, inilah kehidupan seorang pesepak bola. Terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah,” katanya.

Ronaldo kembali menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 merupakan penampilan terakhirnya di turnamen empat tahunan tersebut. Namun, ia belum ingin membahas kelanjutan kariernya di level klub maupun tim nasional.

“Ya, ini Piala Dunia terakhir saya. Untuk hal-hal lainnya, saya masih punya waktu untuk memikirkannya, bersama keluarga, dan tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru,” ujarnya.

Portugal Gagal Melangkah Lebih Jauh

Sejak peluit awal dibunyikan, Portugal dan Spanyol langsung menyuguhkan permainan terbuka. Kedua tim saling bertukar serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Ronaldo nyaris membawa Portugal unggul pada babak pertama. Namun, penyelesaian akhirnya dari jarak dekat masih mampu dimentahkan kiper Spanyol, Unai Simon.

Portugal kembali mengancam melalui tendangan keras Nuno Mendes yang hanya membentur mistar gawang.

Di kubu lawan, Spanyol terus memberikan tekanan lewat Lamine Yamal, Dani Olmo, hingga Mikel Oyarzabal. Berulang kali peluang mereka digagalkan oleh penampilan impresif penjaga gawang Portugal, Diogo Costa.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Spanyol justru memecah kebuntuan pada menit ke-90+.

Gol bermula dari eksekusi cepat tendangan bebas Rodri yang diteruskan Ferran Torres melalui umpan terobosan. Mikel Merino kemudian menuntaskannya dengan sepakan mendatar yang tak mampu dihentikan Diogo Costa.

Portugal mencoba membalas di sisa waktu. Sundulan Bernardo Silva dan Joao Neves sempat mengancam gawang Spanyol, tetapi belum mampu mengubah keadaan hingga laga berakhir dengan skor 1-0.

Tutup Perjalanan Panjang di Piala Dunia

Pertandingan melawan Spanyol menjadi penampilan terakhir Ronaldo di panggung Piala Dunia.

Sepanjang kariernya, kapten Portugal itu tampil dalam enam edisi putaran final, yakni Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, Qatar 2022, dan Amerika Serikat-Kanada-Meksiko 2026.

Sebelum turnamen dimulai, Ronaldo telah memberi sinyal bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan terakhirnya.

“Hari itu akan tiba. Apa pun yang terjadi besok, Cristiano akan pergi dengan hati nurani yang bersih. Saya telah memberikan segalanya dalam sepak bola,” ujar Ronaldo dalam konferensi pers jelang laga melawan Spanyol.

Ucapan tersebut kini menjadi kenyataan setelah Portugal harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar.

Meninggalkan Rekor Bersejarah

Meski belum mampu membawa Portugal meraih gelar juara dunia, Ronaldo menutup kariernya di Piala Dunia dengan sederet catatan yang sulit ditandingi.

Ia menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda, sekaligus menjadi salah satu dari sedikit pemain yang tampil dalam enam putaran final Piala Dunia.

Ronaldo juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah Portugal di turnamen tersebut.

Di level internasional, kontribusinya bahkan lebih besar lagi. Hingga menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026, Ronaldo telah mengoleksi 233 penampilan bersama Timnas Portugal serta mencetak 146 gol internasional, rekor terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional putra.

Sosok yang Mengubah Wajah Sepak Bola Portugal

Pengaruh Cristiano Ronaldo tidak hanya tercermin melalui statistik, tetapi juga dari perubahan besar yang dialami sepak bola Portugal.

Sebelum Ronaldo menjalani debut bersama tim senior pada 2003, Portugal baru tiga kali tampil di putaran final Piala Dunia, yakni pada 1966, 1986, dan 2002. Saat itu, Selecao das Quinas juga belum pernah mengangkat trofi utama.

Memasuki era Ronaldo, Portugal berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa. Mereka berhasil lolos ke seluruh edisi Piala Dunia sejak 2006 hingga 2026.

Tak hanya itu, Portugal juga meraih tiga gelar bergengsi selama era Ronaldo, yakni UEFA Euro 2016, UEFA Nations League 2018/2019, dan UEFA Nations League 2024/2025.

Rangkaian prestasi tersebut menjadikan periode Ronaldo sebagai era paling sukses dalam sejarah Timnas Portugal.

Piala Dunia yang Belum Berhasil Ditaklukkan

Di balik seluruh pencapaian individu dan kolektif, ada satu impian yang belum berhasil diwujudkan Ronaldo, yakni membawa Portugal menjadi juara dunia.

Pencapaian terbaiknya terjadi pada Piala Dunia 2006 ketika Portugal melaju hingga semifinal sebelum akhirnya mengakhiri turnamen di posisi keempat.

Pada edisi-edisi berikutnya, Portugal belum mampu mengulang prestasi tersebut. Mereka tersingkir di babak 16 besar pada 2010, 2018, dan kembali mengalami nasib serupa pada Piala Dunia 2026.

Warisan Seorang Legenda

Berakhirnya perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia menjadi penutup dari salah satu kisah paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.

Trofi Piala Dunia memang belum pernah singgah di tangannya. Namun, kontribusi Ronaldo terhadap perkembangan sepak bola Portugal sulit diperdebatkan. Ia membawa negaranya meraih gelar Eropa pertama, memenangkan dua trofi UEFA Nations League, serta mencatatkan diri sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang sejarah.

Kini, setelah enam edisi Piala Dunia dan lebih dari dua dekade mengenakan seragam Portugal, Cristiano Ronaldo meninggalkan panggung terbesar sepak bola dunia dengan warisan yang melampaui sekadar angka. Rekor, prestasi, dan pengaruh yang ditinggalkannya menjadi bagian dari sejarah yang kemungkinan besar akan terus dikenang lintas generasi.