MAMUJU, Mekora.id – Upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Sulawesi Barat (Sulbar) terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan swasta, dan kepolisian.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Public Private Mix (PPM) TBC Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Maleo Mamuju, 26–28 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi dalam penemuan, pengobatan, pelaporan, dan rujukan kasus TBC di Sulawesi Barat.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinkes Provinsi Sulbar, Ririn Handayani, SKM, M.Kes, hadir sebagai salah satu narasumber. Ia memaparkan capaian serta strategi penguatan PPM TBC di Sulawesi Barat.

Dari unsur kepolisian, Polda Sulbar diwakili Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Sulbar, AKBP Dr. dr. Mauluddin M, S.Sos., S.H., M.H., M.Biomed., Sp.F.M.

Dalam pemaparannya, Mauluddin turut memperkenalkan program Ketuk Doors TBC yang menjadi salah satu upaya Polda Sulbar mendukung penemuan kasus TBC hingga ke tingkat masyarakat.

Ketuk Doors Sasar Rumah Warga

Program Ketuk Doors TBC merupakan inovasi layanan kesehatan jemput bola yang melibatkan Biddokkes, Ditbinmas, dan Bhabinkamtibmas Polda Sulbar.

Melalui program tersebut, personel turun langsung mendatangi rumah warga, tempat kerja, maupun fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan edukasi, skrining, dan deteksi dini TBC.

Selain menemukan kasus, program ini juga diarahkan untuk memastikan pasien mendapatkan rujukan serta mendukung ketepatan pelaporan kasus.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena penanganan TBC tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai penularan.

Perkuat Peran Fasilitas Kesehatan Swasta

Pertemuan Monev PPM TBC diikuti peserta dari dinas kesehatan kabupaten, rumah sakit, klinik swasta, laboratorium, serta sejumlah mitra terkait di Sulawesi Barat.

Sejumlah agenda utama dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya evaluasi capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC, identifikasi kendala pelaporan dan rujukan antarfasilitas kesehatan, serta penguatan peran fasilitas kesehatan swasta dalam program penanggulangan TBC.

Sinkronisasi data juga menjadi perhatian untuk memastikan sistem pelaporan kasus berjalan lebih akuntabel dan terintegrasi.

Melalui kolaborasi tersebut, jangkauan skrining diharapkan semakin luas. Kehadiran Polri melalui Biddokkes, Ditbinmas, dan Bhabinkamtibmas juga tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi turut mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Dorong Eliminasi TBC 2030

Sinergi Dinkes Sulbar dan Polda Sulbar melalui PPM TBC dan program Ketuk Doors diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus, mempercepat pengobatan, serta menekan risiko penularan TBC di masyarakat.

Dengan pendekatan layanan yang menjangkau hingga ke rumah warga, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendukung target eliminasi TBC pada 2030.

Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat penanggulangan TBC di Sulawesi Barat.