Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Melekatnya Ambisi dan Demagogi Kekuasaan Dalam Pemilu 2024

Melekatnya Ambisi dan Demagogi Kekuasaan Dalam Pemilu 2024

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis : Adam Jauri
Ketua DPC GMNI Mamuju

Menilai fenomena Pemilu 2024 dipenuhi dengan ambisi dan demagogi, begitu banyak suara berisik serta drama yang massif dilakukan oleh para tim pemenang hingga menjadi tsunami Informasi ruang media sosial.

Pemilu 2024 membuat pertunjukan yang tak kalah menariknya dengan Pemilu-pemilu sebelumnya. Dimana yang paling menonjol adalah kesalahan sistem aplikasi yang katanya jadi yang pertama diterapkan dalam Pemilu.

Namun, nasib berkata lain, entah disengaja atau tidak, faktanya penggunaan aplikasi yang dilaunching dengan gagah perkasa justru jadi salah satu keraguan publik pada pengelolaan Pemilu.

Tentu saja, dengan dana fantastik Rp 71,3 triliun, Pemilu 2024 tercatat sebagai pemilu yang paling mahal yang pernah dilaksanakan. Bandingkan dengan Pemilu 2019 sebesar Rp 25,59 Triliun, atau Pemilu 2014 sebanyak Rp 15,62 Triliun.

Dari situ kita harusnya semakin yakin bahwa Pemilu hari ini harus bersih dari praktik KKN namun mari kita review faktanya!

Peran penting lembaga produk reformasi seperti Mahkama Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ikut andil dalam noda demokrasi yang terjadi. Bahkan secara terang benderang dinodai dengan tinta hitam nepotisme serta kartel politik elit nasional. MK di kotori sedangkan KPU secara implisit di intervensi sehingga independensinya sudah sangat pudar.

Tapi tak lupa secara khusus nama Bawaslu yang menjadi perhatian serius kami yang kehadirannya seperti ada dan tiada dalam mengawasi jalannya Pesta Demokrasi di Indonesia!

Contoh permasalahannya antara lain seperti Deklarasi Desa Bersatu, upaya Kampanye terang-terangan di akun Resmi Kementerian Pertahanan, kampanye berkedok pembagian bantuan sosial (Bansos) marak dilakukan beberapa Menteri. Bahkan tak segan-segan menumpang pada fasilitas negara.

Presiden Joko Widodo tentu harus bertanggung jawab, sebab di tangan komandannya semua proses pelik ini terjadi. Bahkan Presiden bak juru kampanye yang melekatkan diri dengan kekuasaan, lihat saja dalam kesempatannya makan bakso bersama salah kandidat. Meski katanya dilakukan dengan sebatas kapasitas Menteri dan Presiden, tapi tentu dia sudah terdaftar sebagai kandidat.

Tentu saja ada lembaga negara yang jadi pengawa, dialah Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) nama yang begitu anggun. Tetapi pada peristiwa-peristiwa itu Bawaslu bagaikan bangkai yang tidak berdaya.

Gambaran yang ada di pusat hampir sama dengan kondisi kinerja Bawaslu yang ada di daerah khususnya di Sulawesi Barat. Menjadi rahasia umum pabila jual beli jabatan serta jual beli suara sudah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan bagi orang awam tindakan jual beli suara sangat mudah didapati karena praktek transasinya betul-betul terbuka Tetapi di mana Bawaslu?, apakah Bawaslu hanya menjadi lembaga untuk menjadi benteng pemodal dan penguasa untuk memberikan kesan bahwa Demokrasi hari ini benar-benar adil! padahal di dalam prakteknya sungguh jual terbalik.

Tapi entahlah, kami hanya generasi yang menonton pertunjukan kotor para elit politik yang hari ini bersekongkol dengan kapital untuk memperkokoh kekuasaan dan menumbangkan lawan.

Saat ini tirani mulai menapak kembali, membangun pagar-pagar beton untuk melindungi kekuasaannya.

Tentu tidak cukup hanya mengurai lewat tulisan ini, meski begitu satu kata kritik dan pikiran berharga sangat mahal di tengah demoralisasi pemuda dan demokrasi.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Sulut

    Gempa Bumi 7,6 Magnitudo Guncang Pulau Karatung, Sulut : BMKG Keluarkan Peringatkan Tsunami

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 234
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Laut Filipina, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) , pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa tersebut bermagnitudo M7,6 dengan potensi tsunami di beberapa wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Papua. Menurut hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak di koordinat 7,23° LU dan 126,83° BT, atau sekitar 275 […]

  • Rekontruksi Pembunuhan Pokkang

    Pembunuhan Kakak-Adik di Kalukku Direkonstruksi, Tersangka Peragakan 7 Adegan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 327
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Kasus pembunuhan yang melibatkan kakak-adik di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, memasuki tahapan rekonstruksi. Reka ulang kejadian digelar di Kantor Polresta Mamuju, Rabu (7/1/2026), oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Baharuddin dihadirkan untuk memperagakan secara langsung rangkaian peristiwa pembunuhan terhadap korban, Kamaruddin, yang terjadi di Dusun Talaki […]

  • Gempa Gorontalo

    Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Gempa bumi dengan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah barat laut Pohuwato, Gorontalo, pada Sabtu malam, 3 Mei 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 19.51 WIB. Pusat gempa terletak di koordinat 0,55 Lintang Utara dan 121,64 Bujur Timur, atau sekitar 35 kilometer barat laut dari Kabupaten Pohuwato, dengan kedalaman […]

  • Ali Baal Masdar (ABM)

    Klaim Elektabilitas 45 Persen, Mantan Gubernur Sulbar ABM Nyatakan Siap Maju Pilgub

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 177
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ali Baal Masdar (ABM) yang juga Mantan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) mengumumkan dirinya akan kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Gubernur Sulbar 2017-2022 itu mengklaim, survey elektabilitasnya saat ini berada di angka 45 persen. Menurut ABM, survey membuktikan dirinya masih diinginkan memimpin Sulawesi Barat yang kedua kalinya. “Respons masyarakat […]

  • Anggaran 2025 Sulbar

    Pemprov Sulbar Pangkas Besar-besaran Anggaran 2025, Total Rp130,2 miliar

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 234
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) setidaknya memangkas Rp 130,2 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Hal itu setelah pemerintah pusat melalui Surat Edaran Presiden nomor S-37/MK.02/2025 menginstruksikan Kepala Daerah melakukan pemangkasan APBD. Ketua Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) Sulbar, Amujib, mengatakan setidaknya ada 16 item yang menjadi pemangkasan APBD […]

  • Buku Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati di Sulawesi Barat 1960-2023

    Buku Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati di Sulawesi Barat 1960-2023 Karya Sarman Sahuding Resmi Luncurkan

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 273
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Buku “Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati di Sulawesi Barat (1960-2023)” karya Sarman Sahuding resmi di launching di Mamuju, pada Selasa, (28/5/2024) sore. Buku “Jejak Langkah dan Pemikiran Bupati di Sulawesi Barat, 1960-2023” mengulas pemikiran hingga kisah yang dialami para tokoh-tokoh yang sempat jadi bupati di enam Kabupaten se Sulawesi Barat. Buku terbitan […]

expand_less