MAMUJU, Mekora.id – Senyum bangga terpancar dari wajah Delya Dwi Anugrah. Pelajar kelas XI SMA Negeri 1 Mamasa itu sukses menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI ke-81 tingkat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Senin sore (17/8/2026).
Delya Dwi Anugrah yang masih berusia 16 tahun dipercaya menjadi salah satu bagian penting dalam pasukan pengibar bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Untuk menjalankan tugas tersebut, Delya bersama anggota Paskibraka lainnya menjalani rangkaian latihan selama sekitar 12 hari di Kota Mamuju.
“Sangat bangga setelah terpilih membawa baki di upacara penurunan bendera merah putih,” kata Delya.
Menjadi bagian dari Paskibraka bukan pengalaman yang sepenuhnya baru bagi Delya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kegiatan pengibaran bendera karena rumahnya berada di sekitar lapangan upacara di Mamasa.
Pengalaman itu semakin memotivasinya setelah melihat sang kakak perempuan lebih dahulu menjadi anggota Paskibraka.
“Saya terinspirasi dari kakak,” ujarnya.
Delya juga memiliki cita-cita mengikuti jejak sang kakak yang kini telah menjadi Polisi Wanita (Polwan).
“Cita-cita saya ingin menjadi Polwan seperti kakak,” katanya.
Bagi Delya, pengalaman membawa baki pada upacara penurunan bendera di Mamuju menjadi pengalaman berharga yang akan dikenangnya. Ia berharap kedisiplinan dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal untuk mengejar cita-citanya.
Latihan Ketat dan Kedisiplinan
Pelatih Paskibraka, Ipda Muhammad Firman Oscandar (44), mengatakan keberhasilan para anggota Paskibraka menjalankan tugas tidak terlepas dari proses latihan serta dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, sejak awal para pelatih tidak hanya mempersiapkan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan kesehatan para anggota Paskibraka.
“Sejak hari pertama kita persiapkan kesiapan dan kesehatan adik-adik Paskibraka. Ada latihan selama tujuh hari pemantapan di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju,” ujar Firman.
Ia mengapresiasi sikap para anggota Paskibraka yang dinilai disiplin, mudah diarahkan, dan mampu mengikuti setiap instruksi selama menjalani latihan.
“Mereka mudah diatur dan mau mendengar. Tentu sebagai pelatih kami bangga dengan pencapaian mereka,” katanya.
Firman berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Kedisiplinan dan tanggung jawab yang diperoleh selama latihan, kata dia, harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kedisiplinan yang didapatkan di sini bisa diterapkan di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Paskibraka Sulawesi Barat tahun 2026.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulbar, Kapolda, yang sangat mendukung selama proses latihan Paskibraka sehingga upacara penaikan dan penurunan sukses,” pungkasnya.
