JAKARTA, Mekora.id– Dua dokter spesialis Forensik dan Medikolegal Polda Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, 27–29 Agustus 2026.

Keduanya yakni AKBP Dr. dr. Mauluddin M, S.Sos, SH, MH, M.Biomed, Sp.FM dan IPTU dr. Andi Iqbal Iskandar, MH, MARS, Sp.FM.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sulbar memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kedokteran forensik dan medikolegal, sekaligus memperluas kontribusi dokter forensik dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua PDFMI Apresiasi Langkah Polda Sulbar

Dukungan terhadap penguatan kapasitas dokter forensik Polda Sulbar disampaikan langsung Ketua Umum PDFMI Pusat, Brigjen Pol. Dr. dr. Sumi Hastri Purwanti, DFM, Sp.FM.

Dalam keynote speech bertajuk Pursuing Excellence: Strategic Perspectives on Forensic Medicine Service Quality and Capacity in Indonesia, Sumi menekankan empat nilai utama dalam pengembangan layanan kedokteran forensik, yakni Scientific, Accountability, Trust, dan Unity.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dokter forensik Polda Sulbar dalam forum ilmiah tersebut.

“Ini langkah maju. Penguatan SDM Forensik harus dari hulu ke hilir. Ada dokter spesialisnya, ada tenaga keperawatan forensiknya. Dan saat ini dokter forensik juga harus turun mendukung program kesehatan masyarakat seperti KETUK DOORS TBC. Sulbar bisa jadi contoh daerah lain,” ujar Sumi.

Selain peningkatan kapasitas dokter spesialis, Sumi memberikan apresiasi terhadap inisiatif Polda Sulbar dalam mendorong pembentukan Program Studi D3 Keperawatan Forensik di Poltekkes Kemenkes Mamuju.

Menurutnya, keberadaan tenaga keperawatan forensik penting untuk melengkapi rantai pelayanan forensik, mulai dari dokter spesialis hingga tenaga pendukung di lapangan.

Dalami Pemeriksaan DNA

Dalam PIT PDFMI 2026, kedua dokter forensik Polda Sulbar juga mengikuti workshop bertajuk “DNA Doesn’t Lie: The Role of Paternity Testing in Unraveling The Truth”.

Workshop tersebut membahas pemanfaatan pemeriksaan DNA, khususnya uji paternitas, dalam mengungkap fakta pada perkara pidana maupun perdata.

Materi yang diberikan mencakup aspek etik medikolegal dalam pelayanan DNA, prosedur pengambilan sampel, akurasi analisis laboratorium, interpretasi biostatistik, hingga teknik penulisan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum.

Materi disampaikan tiga pakar forensik nasional, yakni Prof. Dr. dr. Yoni Fuadah Syukriani, Sp.FM, Dr. dr. Tutik Purwanti, Sp.FM, C.M.C., dan AKP. Dr. dr. Leonardo, MH, Sp.FM.

Peserta juga mengikuti sesi praktik langsung melalui sejumlah studi kasus, di antaranya “Who’s My Mom and Dad?” dan “Paternal Kinship”, untuk memperkuat kemampuan analisis dan interpretasi hasil pemeriksaan DNA.

Dari Forensik untuk Kesehatan Masyarakat

Keikutsertaan dokter forensik Polda Sulbar dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan pembuktian dalam perkara hukum, tetapi juga diharapkan memberi dampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

AKBP Dr. dr. Mauluddin mengatakan pengetahuan yang diperoleh dalam workshop akan memperkuat penanganan kasus yang membutuhkan pemeriksaan DNA, mulai dari aspek validitas pemeriksaan hingga kekuatan pembuktiannya di pengadilan.

“Keikutsertaan ini untuk memperkuat penanganan kasus yang membutuhkan bukti DNA. Mulai dari validitas molekuler hingga kekuatan pembuktiannya di pengadilan. Sekaligus, kami siap mendukung Bhabinkamtibmas Polda Sulbar dalam program KETUK DOORS TBC – Deteksi, Observasi, Obati, Rawat dan Sembuhkan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran dokter forensik sebagai penghubung antara penegakan hukum dan pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat.

Program KETUK DOORS TBC sendiri menjadi salah satu upaya Bhabinkamtibmas Polda Sulbar dalam mendukung deteksi dini dan pendampingan masyarakat dalam penanggulangan tuberkulosis.

PIT PDFMI Diikuti Ratusan Dokter Forensik

PIT PDFMI 2026 diikuti ratusan dokter spesialis Forensik dan Medikolegal dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan, di antaranya Ketua Umum PDFMI Pusat Brigjen Pol. Dr. dr. Sumi Hastri Purwanti, DFM, Sp.FM; Ketua IDI Jaya Dr. dr. Cecilia R. Padang, Ph.D., FACR; Sespusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. Ida Gede Gede M. Andika, Sp.Rad.; serta Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dr. Savitri Handayana, M.M.

Keikutsertaan dokter forensik Polda Sulbar dalam forum nasional tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan kedokteran forensik di Sulawesi Barat sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kepolisian, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, dan masyarakat.