MAMUJU, Mekora.id – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan DPP Partai Demokrat siap menerbitkan rekomendasi untuk pengisian jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Wagub Sulbar) yang saat ini masih kosong.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman Khaeron usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Sulbar di Mamuju, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Herman, DPP Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Gubernur Sulawesi Barat sekaligus Ketua DPD Demokrat Sulbar, Suhardi Duka (SDK), untuk menentukan figur yang akan diusulkan mengisi posisi wakil gubernur.

“DPP siap mengeluarkan rekomendasi siapapun yang diusulkan oleh Pak Gubernur, oleh Pak Suhardi Duka,” kata Herman kepada wartawan.

Ia menilai Suhardi Duka merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan pemerintahan dan kondisi politik di Sulawesi Barat, sehingga dianggap paling tepat menentukan sosok pendamping yang akan membantu menjalankan roda pemerintahan.

“Kami serahkan kepada beliau, karena beliau yang tahu di sini. Tahu siapa kandidat yang bisa bekerja sama, tahu siapa yang memiliki kemampuan untuk bisa bekerja bersama-sama meningkatkan peran dan fungsinya di eksekutif, sukses, dan berkontribusi kepada rakyat,” ujarnya.

Herman juga memastikan DPP Demokrat bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) siap mempercepat proses penerbitan rekomendasi apabila nama calon wakil gubernur telah diajukan secara resmi.

“Saya di DPP bersama Ketua Umum siap mempercepat. Jika sudah ada usulan, rekomendasinya segera dikeluarkan,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini Suhardi Duka belum mengungkap secara terbuka siapa figur yang akan diusulkan untuk mengisi kursi Wagub Sulbar yang kosong setelah ditinggalkan Salim S Mengga.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, SDK hanya memberikan jawaban singkat yang memunculkan spekulasi baru terkait asal daerah kandidat yang sedang dipertimbangkan.

“Ya, insyaallah dari Polewali,” ujarnya sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut menambah perhatian publik terhadap proses penentuan calon Wakil Gubernur Sulbar yang hingga kini masih menjadi pembahasan di internal koalisi pengusung pemerintahan Suhardi Duka.