Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Sulawesi Barat » Rakorda BKKBN Sulbar 2026, Stunting dan Pernikahan Dini Ditarget Turun Signifikan

Rakorda BKKBN Sulbar 2026, Stunting dan Pernikahan Dini Ditarget Turun Signifikan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2026 di Mamuju, Kamis, (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Rakornas yang digelar pada Februari 2026 di Jakarta sekaligus forum untuk menyinergikan kebijakan pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana di Sulawesi Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Rezky Murwanto, dalam laporannya menjelaskan bahwa transformasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga kini berfokus pada tiga pilar utama, yakni sebagai policy driver, data provision, dan integrator.

Menurutnya, sebagai policy driver kementerian berperan mendorong kebijakan nasional yang berpihak pada kesejahteraan keluarga. Sementara pada aspek data provision, pembangunan keluarga berbasis pada satu data keluarga sebagai dasar intervensi program. Adapun sebagai integrator, kementerian menghubungkan berbagai sektor untuk memperkuat program berbasis keluarga.

Dalam forum tersebut, BKKBN Sulbar juga memaparkan sejumlah tantangan kependudukan yang masih dihadapi daerah. Salah satunya adalah tingginya angka stunting yang mencapai 35,4 persen, menempatkan provinsi ini di peringkat ketiga tertinggi secara nasional.

Selain itu, angka pernikahan anak di Sulbar tercatat sebesar 11,25 persen atau berada di peringkat keempat nasional. Tantangan lain terlihat dari masih adanya 36.952 keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem atau sekitar 203.802 jiwa.

“Masalah pendidikan juga menjadi perhatian, dengan angka anak tidak sekolah mencapai 22,80 persen atau sekitar 64.548 anak. Di sisi lain, fenomena fatherless atau kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak tercatat berada pada angka 23,6 persen,” ujar Rezky Murwanto.

Rakorda tersebut juga menyoroti kondisi kependudukan Sulawesi Barat yang telah memasuki periode bonus demografi sejak 2022 dan diperkirakan berlangsung hingga 2034. Pada periode ini, jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif sehingga rasio ketergantungan berada di bawah 50 persen.

Namun kondisi tersebut dinilai memiliki risiko jika tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai. Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat investasi, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta meningkatkan keterampilan sumber daya manusia.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang membuka kegiatan itu mengatakan Pemprov Sulbar telah merancang sejumlah program kolaboratif untuk menekan angka stunting dan pernikahan usia dini.

“Kita sudah menemukan akar masalahnya. Saat ini Pemprov Sulbar sudah mulai menjalankan sejumlah program sehingga diharapkan hasilnya bisa terlihat pada tahun 2027–2028,” kata Suhardi Duka.

Ia optimistis Sulawesi Barat mampu mengatasi persoalan tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, ia menargetkan perbaikan signifikan bisa tercapai paling lambat dua tahun ke depan.

Menurutnya, salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di daerah adalah praktik pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat.

“Akar masalah kita memang ada di pernikahan dini. Banyak yang khawatir anaknya tidak menikah setelah usia 20 tahun, sehingga tidak selektif dalam memilih pasangan,” ujarnya.

Sambil berkelakar, gubernur bahkan menyebut kemungkinan membuat aturan denda bagi orang tua yang menikahkan anaknya di usia dini jika praktik tersebut masih terus terjadi.

“Kalau ini masih berlanjut, mungkin kita akan godok aturan baru. Siapa yang menikahkan anaknya di usia dini akan dikenakan denda,” ucapnya sambil tersenyum.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uang palsu

    Jika Terlanjur Terima Uang Palsu, Apakah Bisa Ditukar?, ini Kata BI

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 402
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Terungkapnya pembuatan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar, menghebohkan publik. Peredarannya pun meluas ke daerah, termasuk Sulawesi Barat (Sulbar). Dari hasil pengungkapan kepolisian, empat orang sindikat di Mamuju tangkap yang diduga mengedarkan uang palsu sebanyak 20 juta. Dari tangan para pelaku, polisi mendapatkan uang palsu pecahan 100 ribu senilai 11 juta. […]

  • Bontang Dapat 10.553 Sambungan Rumah Jargas, Wali Kota Neni: Target City Gas Segera Terwujud

    Bontang Dapat 10.553 Sambungan Rumah Jargas, Wali Kota Neni: Target City Gas Segera Terwujud

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Mekora.id – Senyum optimis terpancar dari wajah Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menorehkan tanda tangan pada Nota Kesepahaman (MoU) bersama Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM. Bagi ribuan keluarga di Kota Taman, momen ini menandai babak baru hadirnya energi yang lebih efisien, murah, dan aman di rumah tangga mereka. Penandatanganan berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, […]

  • Dr. Drs. H. Muh. Dahlan Abubakar, M.Hum

    Resensi Buku :  Jejak dan Cerita Para Pemimpin Daerah Sulbar

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Catatan M. Dahlan Abubakar Judul : Jejak Langkah dan Pemikiran BUPATI di Sulawesi Barat (1960-2023). Penulis : Sarman Sahuding Penerbit : Kompas Penerbit Buku Tahun terbit : 2024 Tebal : 352 halaman Ukuran : 15x23cm “Di pagi buta itu, Bupati Mamuju (Atiek Sutedja) dan rombongan meninggalkan Kampung Tarailu lalu menyusuri arus sungai Karama yang amat […]

  • Perjalanan Dinas DPRD Mamuju

    Jaksa Periksa 54 Orang Terkait Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif di DPRD Mamuju

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 136
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Perkembangan kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif di DPRD Kabupaten Mamuju terus bergulir. Terbaru Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju telah memeriksa 54 orang saksi. Kasi Intel Kejari Mamuju, Antonius, mengatakan pemeriksaan saksi pada kasus itu telah mencukupi. Namun untuk penentuan tersangka, kata Antonius, Kejari Mamuju sedang berkoordinasi dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) […]

  • Wagub Sulbar Salim S Mengga Meninggal

    Bimantara Balanipa Mandar Berduka, Salim S Mengga Dikenang sebagai Teladan dan Kompas Moral

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 342
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kabar wafatnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Salim S Mengga, meninggalkan duka mendalam bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk Keluarga Besar Bimantara Balanipa Mandar. Ketua Umum Bimantara Balanipa Mandar, Andi Muhammad Ardam A., menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Salim S. Mengga yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Bimantara Balanipa Mandar. “Innalillahi […]

  • Telkom Mamuju

    HIMAB Segel Kantor Telkom Mamuju Buntut Insiden Pekerja Wifi di Papalang

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 210
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Himpunan Mahasiswa Botteng (HIMAB) melakukan aksi penyegelan kantor Telkom Mamuju di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Rimuku, Selasa (7/10/2025). Aksi tersebut merupakan buntut dari insiden tiga pekerja wifi yang tersengat listrik di Kecamatan Papalang beberapa waktu lalu, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Ketua HIMAB, Ramli, mengatakan penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes atas […]

expand_less