MAMASA, Mekora.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyebabkan banjir di Dusun Lambanan, Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Jumat sore (15/5/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.
Air sungai mulai meluap ke area permukiman warga setelah intensitas hujan terus meningkat sejak siang hari. Debit air yang tinggi membuat sungai di sekitar Desa Tadisi tidak mampu menampung volume air sehingga meluber hingga ke rumah warga dan badan jalan.
Luapan air tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga berdampak pada akses jalan poros Mamasa–Polewali di sekitar lokasi kejadian. Arus air bercampur lumpur membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data sementara di lapangan, sedikitnya lima rumah warga terdampak akibat banjir tersebut. Dari jumlah itu, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kondisi cuaca di wilayah Mamasa hingga malam hari masih dilaporkan mendung disertai hujan dengan intensitas cukup tinggi. Situasi itu membuat warga di sekitar lokasi masih diliputi rasa cemas dan khawatir akan terjadinya banjir susulan maupun longsor.
Pasalnya, kawasan Dusun Lambanan dikenal memiliki struktur tanah yang cukup labil dan rawan longsor ketika diguyur hujan dalam waktu lama.
“Kami sekarang sedang sibuk bersih-bersih dan mengamankan barang-barang berharga kami,” ujar salah seorang warga, Tudong Krisna, kepada Mekora.id.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan Mamasa.