Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Pria di Ulumanda Dianiaya Cuma Karena Tanyakan Kepindahan Anaknya Sekolah

Pria di Ulumanda Dianiaya Cuma Karena Tanyakan Kepindahan Anaknya Sekolah

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Seorang pria bernama Aras, warga Dusun Batananto, Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, mendatangi kantor Polisi, dan melaporkan dugaan kekerasan penganiayaan yang baru saja dialaminya oleh terduga pelaku berinisial RS. Pada, Rabu, (32/7/2024) siang.

Menurut keterangan Kuasa Hukum korban, Ahmada Udin,S.H bersama Partner Marzuki, S.H, Kliennya saat ini mengalami kesakitan dibagian pinggan dan wajah. Hal itu setelah Aras menerima pukulan bertubi-tubi dari terduga pelaku RS.

Ahmad Udin mengatakan, kliennya tiba-tiba mendapat pukulan dan tendangan dari terduga pelaku RS saat keluar dari pintu Masjid setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Akibat pukulan itu, Aras langsung jatuh tersungkur dan menyebabkan korban mengalami luka memar dibagian wajah. Setelah kejadian itu korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Kecamatan Malunda.

“Pinggul klien kami memar kena tendangan kungfu dari terduga dan bagian mukanya juga. Kemudian luka memar dan wajahnya langsung mendapat perawatan dari medis terdekat,” kata penasehat hukum korban.

Atas kejadian yang dialami di Ulumanda itu, korban bersama kuasa hukumnya langsung melayangkan laporan polisi melalui SPKT Polres Majene.

“Atas apa yang dialami klien kami termasuk bukti-bukti kami laporkan terduga pelaku di Polres Majene. Tentu kami berharap, ada rasa keadilan terhadap klien kami saat kami layangkan laporan Polisi tadi siang,” lanjut Ahmad.

Terkait motif penyerangan pada korban, Ahmad Udin menduga, terkait dengan masalah pribadi. Dimana kliennya Aras, pernah minta tolong kepada pelaku RS untuk membantu perpindahan sekolah anaknya dari Gowa ke Aralle Mamasa.

Namun kata Ahmad Udin, permintaan kliennya pun disetujui oleh terduga pelaku RS dengan syarat harus membayar uang senilai Rp 3 juta kepada RS. Namun setelah perjanjian itu, RS tidak kunjung mengurus perpindahan anak korban, padahal uang Rp 3 juta telah disanggupi.

Setelah terus-menerus ditanyai korban soal kejelasan kepindahan dan uang yang telah disetor, pelaku RS kemudian melayangkan pukulan pada korban.

“Mereka ini satu desa, namun ada persoalan persoalan pribadi. Kami menduga persoalan itu anaknya klein kami mau pindah ke Aralle yang diurus terduga pelaku, namun tidak kunjung dibantu. Karena kemungkinan sudah emosi ditanya-tanya akhirnya pelaku gelap mata melakukan penganiayaan kepada klien kami,“ tutup Ahmad Udin.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencarian penumpang lompat dari Kapal di Mamuju

    Pencarian Hari Pertama Kakek Lompat Dari Kapal Balikpapan-Mamuju Nihil

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 310
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sehari setelah dinyatakan hilang, seorangn Kakek (69) penumpang yang lompat dari Kapal Motor (KM) Laskar Pelangi tujuan Balikpapan-Mamuju, belum ditemukan dalam pencarian yang dilakukan oleh Basarnas Mamuju, Sejak Pagi hingga sore tadi, Rabu, (9/10/2024). Komandan Tim Rescue Basarnas Mamuju, Devis Weken, mengatakan pencarian dilakukan ke arah Barat laut Pelabuhan Ferry, Simboro, Mamuju. […]

  • Korupsi Alat Apung Subar

    Polda Sulbar Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Apung CV Cari Sahabat

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sud Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Subdit Tipikor) Ditkrimsus Polda Sulbar, menahan dua tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan alat angkut apung bermotor penumpang tahun anggaran 2017. Pekerjaan itu dilaksanakan oleh CV. Cari Sahabat yang bersumber dari APBD Tahun 2017, dengan nilai Rp. 1.761.474.000 (Satu milyar tujuh ratus enam puluh satu juta empat ratus […]

  • Kampanye AIM di Wonomulyo

    Kampanye AIM PASS di Wonomulyo Diserbu Warga

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 167
    • 1Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Kampanye hari keempat Cagub-Cawagub Sulbar nomor urut 1, Andi Ibrahim Masdar dan Asnuddin Sokong (AIM-PASS) dilaksanakan di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis, (3/10/2024. Tim pemenangan AIM PASS, ndi Ahmad Arifin, pada warga di Galeso menyampaikan jika potensi perikanan dari sektor tambak dan pertanian di sektor sawah, nantinya akan […]

  • Wali Kota Bontang Hadiri Muskomwil V APEKSI, Dorong Kolaborasi Kota Kalimantan Menuju Indonesia Emas 2045

    Wali Kota Bontang Hadiri Muskomwil V APEKSI, Dorong Kolaborasi Kota Kalimantan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) V APEKSI, menghadiri Musyawarah Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan, Sabtu (27/9/2025), di Hotel SwissBell, Palangkaraya. Kegiatan yang mengusung tema “Kota Kalimantan, Kota Masa Depan untuk Indonesia Emas” ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antar […]

  • Aco Mulyadi H

    Bendugan Budong-Budong, Manfaatmu Untuk Masyarakat Mamuju Tengah?

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 1Komentar

    Penulis : A. Mulyadi. Y Anggota Perkumpulan Petani Mandiri (PETANAM) Nusantara Sejak sosialisasi, pengukuran, dan pelepasan kawasan perkebunan kakao masyarakat di Desa Salule’bo di tahun 2016-2017 hingga pengerjaan badan bendungan serta pembangunan infrastruktur penunjang, seperti jalan dan jembatan di tahun 2024 ini, pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah “untuk keperluan apa Bendungan ini […]

  • Penutupan jalan bonehau

    Forpema Sebut Aksi Penutupan Jalan di Tamalea, Perjuangan Warga Pertahankan Haknya

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Organisasi Forum Pemuda Manakarra (Forpema) menyebut, mendukung gerakan masyarakat adat di Dusun Tamalea, Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang melakukan aksi penutupan jalan terhadap aktivitas muat tambang batu bara. Aktivis Forpema, Adam Jauri menyebut, aksi protes warga tersebut buntut dari aktivitas road hauling perusahaan tambang batu bara yang dilakukan […]

expand_less