Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Mamuju » Kantor Desa Karama Disegel Warga, Massa Tuding Kades Selewengkan Dana Desa

Kantor Desa Karama Disegel Warga, Massa Tuding Kades Selewengkan Dana Desa

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Kantor Desa Karama, di Dusun Pangalloan, Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Disegel sejumlah massa pengunjuk rasa, pada, Senin, (15/7/2024) pagi.

Massa yang mengatasnamakan aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Karama dan Masyarakat Desa, melakukan orasi dan membentangkan sejumlah spanduk tuntutan di Halaman Kantor, sekitar Pukul 9.00 WITA, pagi tadi.

Dalam orasinya, koordinator lapangan Yance, menuntut Kepala Desa Karama, Yohanes, mundur dari jabatannya, setelah dituding melakukan sejumlah pelanggaran.

“Anggaran dana desa selama ini tidak pernah dinikmati oleh masyarakat, karena sama sekali tidak nampak pembangunannya. Tentu tidak salah jika masyarakat berpendapat bahwa diduga dana desa telah dikorupsi,” kata Yance dalam orasinya.

Sementara massa aksi lainnya, Sential dalam tuntutannya menyebut, Kepala Desa Karama tidak lagi melakukan program untuk mensejahterakan masyarakat.

Sential menilai Kepala Desa tidak melakukan perencanaan dengan baik, sehingga sejumlah pekerjaan disebut fiktif dan tidak melibatkan masyarakat dalam perencanaan.

“Kepala Desa tidak mempunyai perencanaan yang baik dalam mengelola pemerintahan desa dan pelibatan masyarakatnya juga disepelekan,” kata Sential dalam orasinya.

Masa menuntut, Bupati Mamuju segera mengevaluasi kinerja Kepala Desa Karama, dan meminta dilakukan pencopotan dalam waktu 14 hari kedepan.

“Kita meminta kepada ibu bupati Mamuju selama waktu 14 hari kerja untuk menindaklanjuti tuntutan kita, namun apabila tuntutan kita tidak diindahkan maka kita akan duduki kantor Bupati Mamuju,” tutup Sential.

Berikut tuntutan massa aksi :

1. Kepala Desa tidak menyelenggarakan pemerintahan dengan baik sesuai dengan perundang-undangan :
– Tidak melakukan rapat musyawarah perencanaan desa
– Tidak melaksanakan LPJ Desa
2. Kepala Desa Tidak Transparan dalam penggunaan dan pengelolaan dana desa/ADD :
– Tidak adanya papan transparansi
– Diduga mark up rehab jembatan gantung  T.A 2022 dengan anggaran hingga Rp 400 juta di beberapa titik.
– Diduga mark up pengadaan sambung pucuk TA 2023 dengan anggaran 650 juta
– Diduga kegiatan fiktif pengadaan pupuk cair, pembangunan rabat jalan, dan normalisasi Salole

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blok migas Sulbar

    Hatta Kainang Singgung Pemprov Sulbar Tidak Serius Tangani SDA

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Anggota DPRD Sulawesi Barat yang juga Wakil Ketua Komisi IV, Hatta Kainang, meminta Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, agar serius untuk menyiapkan regulasi terkait pengelolaan migas, mineral dan batubara. Hal itu dimaksudkan Hatta Kainang agar pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Sulawesi Barat dapat berjalan baik. “Terkait fenomena investasi dan usaha migas, […]

  • Komisi IV DPRD Sulbar lakukan kunjungan budaya di Museum Buttu Cipping Polman.

    Komisi IV DPRD Sulbar Lakukan Pengawasan Program di Diknas dan Museum Buttu Cipping Polman

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 108
    • 0Komentar

    POLMAN, mekor.id – Komisi IV DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah 1 kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan UPTD Taman Budaya dan Museum Buttu Cipping. Rabu, (29/5/2024). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program APBD tahun anggaran 2024 serta membicarakan hal-hal yang dianggap penting. Ketua […]

  • Munandar Wijaya, Nilam di Mamuju

    Nilam dan Ancaman Lingkungan di Mamuju, Sulawesi Barat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Oleh Munandar Wijaya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Tanaman nilam (Pogostemon cablin) adalah salah satu komoditas unggulan dalam industri minyak atsiri. Minyak nilam memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan dalam industri parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Mamuju, Sulawesi Barat, memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman nilam karena kondisi iklim dan tanahnya yang mendukung. Ramai masyarakat […]

  • Transmigrasi Sulbar

    32 Warga Transmigran Asal Yogyakarta Tiba di Sulbar

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 110
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebanyak 32 orang atau 10 KK warga Transmigran Penduduk Asal (TPA) Yogyakarta, tiba di Mamuju, Sulawesi Barat. Senin (31/10/2023). Mereka akan ditempatkan di UPT Salulisu, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Wibowo, mengatakan para transmigran ini telah mendapatkan pembekalan SDM selama enam hari di Yogyakarta. […]

  • Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah

    Sulawesi Barat Paling Rawan Bencana, Pemda Diminta Berbenah

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 227
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat, Provinsi ke-33 ini jadi wilayah dengan indek resiko bencana tertinggi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Sulbar tiga tahun terkahir tinggi dengan nilai 166,49 tahun 2020, 164,85 tahun 2021 dan 165,23 tahun 2022. Kurun 20 tahun terakhir tercatat 145 bencana di Sulbar, didominasi […]

  • Bawaslu Lapor ASN Mamasa

    Bawaslu Laporkan 5 ASN Pemkab Mamasa ke BKN, Hadiri Deklarasi Calon Bupati

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 107
    • 3Komentar

    Mamasa, Mekora.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), melaporkan 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kelima pegawai tersebut diduga melanggar netralitas usai menghadiri deklarasi Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamasa pada 27-29 Agustus yang lalu. “Bukti-bukti temuan Panwascam dan Bawaslu saat melakukan pengawasan di lapangan dilakukan kajian […]

expand_less