Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Belanja Pegawai Tembus 40 Persen, Gubernur Sulbar: Tanpa Relaksasi Pusat, Daerah Bisa Lumpuh

Belanja Pegawai Tembus 40 Persen, Gubernur Sulbar: Tanpa Relaksasi Pusat, Daerah Bisa Lumpuh

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, menyoroti tekanan berat yang dihadapi daerah akibat lonjakan belanja pegawai yang kini menembus angka 40 persen. Ia mengingatkan, tanpa relaksasi dari pemerintah pusat, kondisi ini berpotensi melumpuhkan kemampuan fiskal daerah.

Hal itu disampaikannya dalam Forum Bupati se-Sulawesi Barat yang digelar di Ruang Rapat Oval Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (9/4/2026).

Menurut Suhardi Duka, penerapan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) Tahun 2022 yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 menjadi tantangan serius, mengingat seluruh daerah di Sulbar saat ini telah melampaui ambang batas tersebut.

“Kalau tidak ada relaksasi dari pusat, daerah bisa lumpuh. Bahkan jika PPPK diberhentikan pun, itu belum cukup untuk menekan angka belanja pegawai,” tegasnya.

Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, yang mewakili forum, menyampaikan bahwa kondisi ini mendorong lahirnya kesepakatan bersama antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Ia menyebutkan, ada tiga poin utama yang diusulkan. Pertama, penundaan pemberlakuan aturan batas 30 persen tersebut setidaknya lima tahun ke depan. Kedua, perubahan nomenklatur belanja agar sebagian komponen bisa dialihkan ke belanja barang dan jasa. Ketiga, penambahan Transfer ke Daerah (TKD).

“Belanja pegawai ini naik bukan karena penambahan pegawai, tapi karena transfer daerah yang berkurang dalam dua tahun terakhir. Kalau itu ditambah, angka 30 persen bisa lebih realistis dicapai,” jelas Arsal.

Dalam forum tersebut juga dibahas arah pembangunan Sulawesi Barat tahun 2027 yang akan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, penanganan stunting, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Selain itu, isu kemandirian energi dan hilirisasi produk unggulan daerah turut menjadi perhatian sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah ke depan.

“Arah pembangunan harus sejalan dengan Asta Cita Presiden, terutama pada ketahanan pangan dan kemandirian energi,” tutup Suhardi Duka.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Judi Joker di Mamuju

    Kedapatan asyik Main Judi Joker, 3 Pemuda di Mamuju Dibekuk Polisi

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id –Tiga orang pemuda di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dibekuk Tim Reserse Mobile (Resmob) Polresta Mamuju, setelah kepergok main judi kartu joker di salah satu Ruko di Kota Mamuju, pada Kamis, (6/3/2025) dini hari. Dari tangan pelaku, Resmob Polresta Mamuju berhasil mengamankan sejumlah barang bukti masing-masing kartu joker yang digunakan bermain judi, serta sejumlah […]

  • Gubernur Sulbar, Suhardi Duka di Retret Pejabat Mamasa

    Retreat Pejabat Mamasa, Gubernur Sulbar Minta Layana Publik Optimal

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id — Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) yang hadir langsung membuka sekaligus memberikan materi pada kegiatan retreat pejabat Pemkab Mamasa di Kodim 1428 Mamasa, Jumat, (21/11/2025). Retreat Mamasa ini diikuti 26 pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik. Selain Gubernur SDK, Sekprov Sulbar Junda […]

  • Ketua DPP GMNI Risyad Fahlefi

    GMNI Minta Putusan MKD Jadi Pintu Ungkap Dalang Kerusuhan Agustus

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 291
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menilai putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terhadap lima anggota DPR nonaktif yang dijatuhi sanksi etik, harus menjadi langkah awal untuk membuka secara terang benderang dalang di balik kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 lalu. Ketua DPP GMNI, Muhammad Risyad Fahlefi, mengatakan […]

  • Sampah di Pasar baru Mamuju

    4 Hari pasca Lebaran, Tumpukan Sampah di Pasar Baru Mamuju Timbulkan Bau Tak Sedap dan Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 197
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Empat hari pasca lebaran Idul Fitri 2024, tumpukan sampah di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mulai membuat aktivitas warga sekitar tidak nyaman. Bagaimana tidak, tumpukan sampah dengan jumlah lumayan fantastik itu menimbulkan bau tidak sedap. Warga mengaku, bau tidak sedap itu tercium hingga puluhan meter. “Bauh sekali dan sangat mengganggu,” kata […]

  • Laka lantas di Kabuloang, Kalukku.

    Laka Lantas di Kalukku, Pemotor Lanjut Usia Tewas Terserempet Truk

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 192
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang pemotor lanjut usia dengan nomor polisi DN 6364 IB, tewas setelah terlibat laka lantas dengan truk expedisi di Jalan Trans Sulawesi, di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/09/2023). Menurut Kapolsek Kalukku, Judtson Betteng, Korban bernama Taswin (59 tahun) bertolak dari arah utara (dari arah Kota Palu) ke selatan […]

  • Proyek Jalan Bonehau–Kalumpang Senilai Rp10 Miliar Disorot, Dinilai Tak Rasional

    Proyek Jalan Bonehau–Kalumpang Senilai Rp10 Miliar Disorot, Dinilai Tak Rasional

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 472
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Proyek pembangunan ruas jalan Bonehau-Kalumpang di Kabupaten Mamuju yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat sorotan. Pasalnya, proyek dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar itu hanya mencakup pengerjaan sepanjang 2,6 kilometer, padahal kondisi jalan di lapangan disebut sudah padat dan siap diaspal. Ketua Pemuda Kalumpang Raya (PKR), […]

expand_less