1.098 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Mudik Lebaran 2026 di Sulbar
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gelar pasukan pengamanan arus mudik 2026 di Mapolda Sulbar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Polda Sulawesi Barat mengerahkan 1.098 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 masehi.
Pengamanan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Marano 2026 yang dipimpin langsung Kapolda Sulbar, Adi Deriyan Jayamarta, di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Kamis, (12/3/2026).
Operasi yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” itu melibatkan 471 personel Polri dan 627 personel dari berbagai instansi, di antaranya TNI, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta BPBD.
Menurut Kapolda, apel gelar pasukan tidak hanya bertujuan mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana, tetapi juga menjadi wujud komitmen bersama lintas instansi dalam menjaga keamanan selama momentum Lebaran.
“Apel ini bukan hanya untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen bersama seluruh elemen untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” kata Adi Deriyan Jayamarta dalam amanatnya.
Operasi Ketupat Marano 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan diarahkan pada puncak arus mudik dan arus balik yang telah dipetakan sebelumnya.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti sistem one way, contra flow, hingga ganjil-genap. Kebijakan tersebut juga mencakup pembatasan operasional angkutan barang serta penundaan proyek konstruksi di sejumlah ruas jalan.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga akan melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying karena stok BBM dan LPG secara nasional dinyatakan masih mencukupi.
Dalam operasi ini, Polri bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai fasilitas layanan bagi pemudik, seperti Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan (Pos YAN), dan Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan bantuan cepat.
Petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan, pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, hingga menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian.
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tim tanggap bencana dari berbagai instansi juga disiagakan untuk merespons kemungkinan hujan lebat atau bencana lainnya.
Selain itu, komunikasi publik akan dioptimalkan melalui berbagai kanal, termasuk layanan darurat 110, agar masyarakat dapat dengan cepat melaporkan kejadian atau meminta bantuan selama periode mudik.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini tidak bisa diraih sendiri. Ini tanggung jawab kita bersama. Mari tingkatkan soliditas dan sinergitas agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman,” ujar Kapolda.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News
