Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Ternyata Disuplai BBM Subsidi, Sedot 20 Ton Solar Sejak Beroperasi

Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Ternyata Disuplai BBM Subsidi, Sedot 20 Ton Solar Sejak Beroperasi

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Praktik tambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ternyata tidak hanya merusak kawasan hutan, tetapi juga diduga ditopang pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi secara ilegal.

Dalam penggerebekan di tiga lokasi tambang, aparat Polresta Mamuju menemukan puluhan jeriken solar subsidi serta menyita tiga unit ekskavator yang digunakan untuk mengeruk kawasan hutan.

Kapolresta Mamuju, Ferdyan Indra Fahmi, mengatakan operasi dilakukan di tiga titik berbeda di wilayah Kecamatan Kalumpang yang selama ini diduga menjadi lokasi aktivitas tambang ilegal berskala besar.

“Seluruh lokasi tidak memiliki izin usaha pertambangan. Aktivitas ini telah berlangsung sejak awal Januari 2026,” kata Ferdyan.

Selain tiga unit ekskavator, polisi turut menyita sejumlah mesin pompa, mesin sedot air, selang, karpet penyaring, hingga alat pemisah material emas.

Temuan yang paling mencolok adalah penggunaan solar subsidi untuk menopang operasional tambang. Polisi menemukan puluhan jeriken berisi BBM di sejumlah titik lokasi.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan puluhan jeriken berisi solar bersubsidi. Kapasitasnya mencapai ratusan liter. Penggunaan BBM subsidi untuk aktivitas ilegal seperti ini jelas melanggar hukum,” ujarnya.

Di lokasi pertama di Desa Siraun, satu unit ekskavator diketahui menghabiskan sekitar 200 liter solar per hari. Jika dihitung sejak Januari, konsumsi BBM subsidi di titik tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 20 ton.

Aktivitas di lokasi itu juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Sedikitnya 10 hektare kawasan hutan lindung rusak akibat pengerukan alat berat.

Sementara di lokasi kedua yang berada di Dusun Batuisi, Desa Karataun, polisi memergoki aktivitas penambangan tengah berlangsung. Aparat menyita dua mesin sedot air, dua mesin pompa, karpet penyaring, selang, serta sejumlah jeriken berisi solar.

Tambang di dekat aliran sungai itu telah membuka lahan sekitar lima hektare dengan dua lubang galian besar. Selain merusak lingkungan, aktivitas tersebut juga berpotensi mencemari sungai dan mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.

Di lokasi ketiga, polisi kembali menemukan satu unit ekskavator, dua mesin pompa, basecamp pekerja, serta 10 jeriken berisi sekitar 300 liter solar.

Secara keseluruhan, luas kawasan yang terdampak akibat aktivitas tambang ilegal di tiga titik tersebut diperkirakan mencapai 20 hektare.

Saat ini, polisi masih memburu pemilik tambang serta mendalami jalur distribusi BBM subsidi yang digunakan untuk memasok operasional tambang ilegal tersebut.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah di Pasar baru Mamuju

    4 Hari pasca Lebaran, Tumpukan Sampah di Pasar Baru Mamuju Timbulkan Bau Tak Sedap dan Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 204
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Empat hari pasca lebaran Idul Fitri 2024, tumpukan sampah di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mulai membuat aktivitas warga sekitar tidak nyaman. Bagaimana tidak, tumpukan sampah dengan jumlah lumayan fantastik itu menimbulkan bau tidak sedap. Warga mengaku, bau tidak sedap itu tercium hingga puluhan meter. “Bauh sekali dan sangat mengganggu,” kata […]

  • Neni Moerniaeni: Masa Depan Bontang Ada di Tangan Generasi Muda

    Neni Moerniaeni: Masa Depan Bontang Ada di Tangan Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 41 calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Bontang Tahun 2025. Kegiatan yang menjadi bagian dari Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) ini digelar di Hotel Grand Mutiara, Selasa (12/8/2025) malam. Dalam arahannya, Neni mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang dibangun dari keberagaman suku, agama, […]

  • Tersangka Ijazah Palsu Pilkada Mateng

    Dugaan Ijazah Palsu Mateng : Tersangka HS Tak Bisa Tunjukan Ijazah Asli, Cuma Fotocopy Legalisir

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 194
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Calon Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Haris Halim Sinreng, semakin terang benderang setelah berkas perkara dinyatakan P21 dan di limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, pada Selasa, (17/12/2024). Kepala Kejari Mamuju, Raharjo Yusuf Wibisono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Haris Halim Sinreng tidak dapat menunjukkan ijazah asli […]

  • Dandim 1418 Mamuju

    Andik Siswanto, Wangi Dari Majalengka

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Oleh : Sarman Sahuding Penulis/Wartawan Utama Lahir di Sidoarjo, Jawa Timur. Lalu jadi Tentara kemudian. Ia meniti karir dan sampailah ke level perwira: Letnan Kolonel. Tahun 2020 Ia dipercaya jadi Dandim 0617 Majalengka, Jawa Barat. Tahun dimana dunia dilanda wabah mematikan: Covid-19. Indonesia pun terdampak meluas. Namun apa mau dikata, masyarakat Indonesia terbelah dengan wabah […]

  • WTP Sulbar

    Pemprov Sulbar Raih WTP 11 Kali Berturut, Ini Tanggapan Kritis Wagub

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan pada rapat paripurna DPRD Sulbar, Rabu, 11 Juni 2025, oleh Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan […]

  • Suami Istri di Mamasa dibunuh

    Suami/Istri di Mamasa Tewas Dibunuh Anak Kandungnya

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 263
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id – Kasus pembunuhan pasangan suami/istri menggemparkan masyarakat di Desa Tanete Batu, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Rabu (03/04/2024) pagi. Kedua pasangan suami/istri itu tewas setelah dibacok pelaku yang tak lain adalah anak kandungnya berinisial YJ (42), sekitar pukul 06.00 pagi. Setelah menghabisi nyawa kedua orang tuanya, pelaku kemudian melarikan diri ke […]

expand_less