MAMUJU, Mekora.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan penyederhanaan birokrasi penyaluran pupuk subsidi melalui Peraturan Presiden (Perpres) mulai memberikan dampak positif bagi petani.

Selain akses pupuk yang semakin mudah, harga gabah di Sulawesi Barat kini bahkan mencapai Rp7.200 per kilogram, melampaui harga pembelian pemerintah (HPP).

Menurut Zulkifli Hasan, kebijakan Presiden memangkas berbagai prosedur administrasi dalam distribusi pupuk membuat petani tidak lagi kesulitan memperoleh pupuk subsidi tepat waktu.

“Kita permudah cara mendapatkan pupuk. Dari banyak aturan kita pangkas. Bapak Presiden memberi kita Perpres. Pupuk sekarang lancar dan untuk pertama kalinya dalam sejarah mendapat diskon 20 persen,” kata Zulkifli Hasan saat rembuk tani di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat, (3/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya petani kerap menghadapi persoalan keterlambatan distribusi akibat proses birokrasi yang panjang, sementara harga pupuk juga dinilai masih tinggi.

“Tadi sudah dengar, sebelum petani menanam, pupuk sudah ada. Sudah cukup bahkan lebih. Dulu pupuk harganya agak mahal karena belum diskon, kemudian berbelit-belit mengurusnya sehingga sering terlambat datang saat dibutuhkan untuk tanam. Tapi sekarang sudah bagus,” ujarnya.

Selain sektor pupuk, pemerintah juga melakukan perubahan pada mekanisme pembelian gabah petani. Jika sebelumnya harga gabah bergantung pada kadar air sehingga sering merugikan petani, kini pembelian dilakukan tanpa persyaratan tersebut.

“Dulu gabah harganya Rp5.500 per kilogram tapi dengan catatan kadar air 14 sampai 18 persen. Petani tidak bisa mengukur kadar air sehingga akhirnya gabah dibeli Rp4.000 sampai Rp4.500. Petaninya rugi, lama-lama sawahnya dijual,” jelasnya.

“Sekarang aturannya disederhanakan tanpa kadar air. Pokoknya petani panen langsung dihitung per kilogram. Harga paling rendah Rp6.500,” sambungnya.

Khusus di Sulawesi Barat, Zulkifli mengungkapkan harga gabah bahkan telah mencapai Rp7.200 per kilogram.

“Tapi di sini sudah Rp7.200. Mudah-mudahan dengan begitu petani kita lebih makmur, lebih sejahtera sehingga mereka akan terus menanam,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan juga menyerahkan bantuan pupuk subsidi kepada kelompok tani sebanyak tiga ton, yang terdiri atas 1,5 ton pupuk urea dan 1,5 ton pupuk NPK sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas pertanian.