Usai Diratakan, Jalan Kalumpang-Karataun Kini Licin dan Ancam Pengendara : Warga Minta Pengerasan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jalan Kalumpang-Karataun licin.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Perbaikan jalan poros Kalumpang ke Karataun yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun, warga menilai pekerjaan tersebut belum sepenuhnya tuntas karena ruas jalan yang telah diratakan justru menjadi licin saat diguyur hujan.
Jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer itu sebelumnya dikenal rusak parah dan kerap dikeluhkan pengguna jalan. Setelah diratakan menggunakan alat berat, akses transportasi memang menjadi lebih terbuka. Meski demikian, lapisan tanah yang belum diperkeras menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Warga Desa Kondo Bulo, Herman Eman, mengatakan kondisi jalan pasca pengerjaan justru sangat berbahaya ketika hujan turun.
“Setelah penggusuran jalan di daerah Dusun Lebani, jalan semakin licin saat hujan. Sebaiknya jalan yang sudah digusur segera dilakukan pengerasan karena sangat berbahaya bagi pengendara,” kata Herman, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, selain pengerasan, pembangunan saluran drainase juga perlu dilengkapi dengan gorong-gorong agar aliran air tidak menggenangi badan jalan.
“Jalan sudah digusur dan parit sudah dibuat, tetapi kalau tidak ada gorong-gorong untuk pembuangan air, kondisinya tetap bermasalah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan seadanya, melainkan menyelesaikan pekerjaan secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Jalan poros Kalumpang-Karataun merupakan akses vital yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Kalumpang. Ruas ini menjadi satu-satunya jalur transportasi darat bagi warga di Desa Kondo Bulo, Karataun, Desa Siraun, Desa Lasa, dan Desa Salumakki, untuk mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari.
Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera menindaklanjuti dengan pengerasan di titik-titik rawan agar jalan tetap aman dilalui, terutama pada musim penghujan.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar