Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Mamasa » Mantan Wabup Sebut Mamasa Butuh Pemimpin Rendah Hati Seperti Ruslan-Ida

Mantan Wabup Sebut Mamasa Butuh Pemimpin Rendah Hati Seperti Ruslan-Ida

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMASA, Mekora.id – Mantan Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda, menjadi salah satu tokoh yang melakukan orasi politik dalam kampanye akbar Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Mamasa, Ruslan-Ida di Lapangan Kondosapata, Senin (18/11/2024).

Sebelum melakukan orasi politik, Martinus Tiranda, lebih dulu melantunkan lirik lagu daerah Mamasa. Yang bermakna “Buatlah tangga ke Gunung Mambulilling, dan saya buat titian ke Kepa’, siapakah di antara kita yang lebih dulu tiba di landa banua (gunung)”.

Syair itu menandakan ketulusan hati, perjuangan, dan harapan dengan menonjolkan Gunung Mambulilling, salah satu Gunung tertinggi yang lekat dengan masyarakat adat Mamasa.

“Eranni iko mambulilling, angku tendanni kepa,’ battu bennanta iolo, kende’ landa banua,” kata Lantunan dari lagu daerah Mamasa dari Martinus.

Dalam orasi politiknya, Ketua PKB Kabupaten Mamasa ini menyampaikan politik itu mengayomi, tidak menebar kebencian dan bisa menghargai semua golongan.

“Politik itu rendah hati, bukan kesombongan, politik itu sederhana, bukan keangkuhan dan politik itu cinta kasih, bukan kebencian,” ketus Martinus Tiranda.

Kata Martinus, Mamasa butuh pemimpin yang rendah hati, pemimpin yang menghargai orang lain. Menurutnya, pasangan nomor urut dua (2) Ruslan-Ida merupakan kandidat di Pilkada Mamasa yang memenuhi semua kriteria itu.

“Mamasa butuh pemimpin yang tidak sombong, Mamasa butuh pemimpin yang takut akan Tuhan,” lanjutnya.

Selain itu, Paslon Ruslan-Ida didukung oleh Partai Gerindra sebagai pemenang Pilpres dan Partai PDIP sebagai pemenang Pileg.

“Paslon lain juga bagus, visi dan misinya juga bagus, tetapi Ruslan-Ida mampu membawa Mamasa berubah karena anak kandung partai penguasa di Republik ini,” tegas Martinus.

Kampanye Akbar Paslon Ruslan D Pandayai dan Andi Farida Fachri (Ruslan-Ida) di Lapangan Kondosapata Mamasa, berlangsung dengan dihadiri puluhan ribu pendukung dari berbagai wilayah.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda Neni: Duta Pariwisata Harus Kuasai Bontang Secara Menyeluruh

    Bunda Neni: Duta Pariwisata Harus Kuasai Bontang Secara Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya wawasan luas bagi seorang Duta Pariwisata. Menurutnya, finalis tidak boleh hanya paham soal destinasi wisata, tetapi juga harus menguasai sejarah, identitas, hingga karakteristik Kota Bontang secara utuh. Pesan tersebut disampaikan Neni saat menerima audiensi 20 finalis Duta Pariwisata Kota Bontang Tahun 2025 di Ruang Rapat Utama […]

  • Pelaku Hipnotis di Mamuju

    Komplotan Pelaku Hipnotis di Mamuju Nyamar Jadi Sales dan Petugas Bansos Untuk Kelabui Korban

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Delapan orang terduga pelaku penipuan dengan modus hipnotis berhasil dibekuk polisi di salah satu rumah di Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin, 26 Februari 2024. Dari hasil penyidikan polisi, para komplotan hipnotis ini beraksi dengan berbagai modus, mereka berpura-pura menjadi sales marketing lalu menawarkan regulator dan selang gas dari rumah […]

  • beda buku Suhardi Suka

    Buku “SDK Mendayung dari Hulu”, Perjalanan Panjang Suhardi Duka dari Akar Rumput ke Kursi Gubernur

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 147
    • 2Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Mengawali pekan terakhir bulan Juni 2025, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menghadiri kegiatan bedah buku berjudul “SDK Mendayung dari Hulu”, Senin, 30 Juni 2025 di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulbar, Jalan Martadinata, Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju. Buku yang ditulis oleh Sofa Nurdiyanti itu mengangkat perjalanan politik Suhardi Duka yang […]

  • Pelayaran Polman ke Malaysia

    Pelayaran Perdana Dari Polman ke Malaysia Resmi Dimulai

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 321
    • 1Komentar

    POLMAN, mekora.id – Pelayaran perdana dari Pelabuhan Tanjung Silopo, Polewali Mandar (Polman) menuju Lahad Datu, Malaysia resmi dibuka, Senin (18/12/2023). Pelayaran perdana yang menghubungkan Sulawesi Barat (Sulbar)-Malaysia ini dilepas langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh dan Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar. Selain melayani angkutan penumpang, Pelabuhan ini nantinya juga akan membuka akses perdagangan […]

  • PDIP Sulbar

    Tanggapi Deklarasi Cawapres Gibran di Sulbar, PDIP Sebut Soal Konsekuensi

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 146
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Deklarasi Cawapres Gibran Rakabuming Raka muncul di sejumlah daerah, salah satunya di Mamuju, Sulawesi Barat. Sejumlah orang muncul dan menyebut diri “Kawan Gibran” Sulawesi Barat. Mereka menyatakan dukungan dan deklarasi di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Sabtu (14/10/2023). “Sudah banyak sejarah yang mencatat peran penting pemuda dalam sejarah Indonesia, olehnya itu kami mendukung […]

  • Bayi selamat dari longsor Mamuju

    Kisah Bayi Umur 21 Hari Selamat saat Rumah Dihantam Longsor di Mamuju

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 277
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Peristiwa memilukan sekaligus penuh keajaiban terjadi di Lingkungan Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (26/1/2025) malam, saat seorang bayi berusia 21 hari berhasil selamat dari bencana tanah longsor yang menghancurkan rumah keluarganya. Kejadian tragis itu bermula saat sang ibu, Nurlela, bersama bayinya dan anak perempuan sulungnya, Aisyah (6), memutuskan mencari […]

expand_less