Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kuli’

Kuli’

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis : Sarman Sahuding (Wartawan Utama)

Otoritas pimpinan baru Partai Nasdem Sulawesi Barat telah menarik garis batas demarkasi politik Pilkada region Mamuju : tak ada kader partai yang maju walau calon wakil bupati sekalipun.

Dengan pernyataan punggawa baru Nasdem sekaligus menjelaskan tak penting menakar jumlah kursi di parlemen Mamuju. Berapa pun raihan kursi di DPRD Mamuju, toh dukungan partai akan tetap disorongkan kepada figur lain yang sekiranya ideal berpasangan di Pilkada Mamuju 2024.

Dirga Singkarru adalah pemilik otoritas itu. Dan, kita semua tahu apa saja isi pernyataannya beberapa hari lalu. Nasdem di Mamuju hanya sebatas ikut barisan pertarungan: pertarungan siapa lawan siapa, atau bahkan berada di kubu petahana melawan ‘kotak kosong’.

Dari sisi mahar politik, sulit dinalar, dari bacaan kita partai ini dihuni banyak kalangan tajir melintir. Tapi apakah akan dijadikan patgulipat atau mungkin perkawinan kepentingan di palagan pilkada di tempat lain, bisa pula benar.

Kuli’, sapaan Sukriadi, anak muda 30an tahun dari Kalukku’ Mamuju — ‘berwajah Jawa’ berdarah campuran PUS, Bugis, Mandar — baru saya kenal sejak awal 2023. Singkat tapi bermakna. Sesingkat dari bilangan waktu, tapi saya sudah pernah menyinggahi rumah mertuanya di Polman. Datang ke kediaman orangtuanya di Kalukku pun sering.

Pernah sekali kunjungan bertepatan waktu ibadah lalu saya sholat di rumahnya. Saya masuk bangunan belakang untuk wudhu. Saya terkesan dengan kamar mandinya yang lapang nan teramat bersih.

Soal kebersihan kamar mandi, saya teringat dua kisah pendek yang ini jadi pengalaman diri saya sendiri.

Dulu, di Makassar, Sulsel, saya masih wartawan freelance di beberapa koran kecil. Redaktur saya kerap percayakan mengisi rubrik pembangunan daerah, dan karena itu membuat sering bertemu pejabat provinsi dan kota.

Seorang nama terngiang saat ini, Husni Manggabarani. Beliau saat itu — 20an tahun silam — adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan. Sekali waktu saya diajak libur akhir pekan ke Limbung, Gowa — sebuah desa tak terlampau jauh dari jalan poros Gowa-Takalar.

Di desa itu pak Husni punya lokasi yang dipermak jadi tempat wisata mancing: beberapa kolam lengkap dengan gazebo. Indah sekali. Lingkungannya bersih, termasuk beberapa kamar mandi.

Konon ya: “Jika Anda mau menyelami hati seseorang (perempuan), lihat dulu kamar mandinya,” kurang lebih itu kalimat pendek pak Husni Manggabarani yang tersimpan di memori saya.

Kisah kebersihan kamar mandi yang kedua, malah nyaris jadi ‘malapetaka’ untuk saya kemudian. Dari pinggir jalan, saya pamit ke bagian belakang rumah pemilik sebuah counter pulsa kecil di sebuah kota (tak perlu saya sebut kotanya). Betapa tercengang saat berada di kamar mandi anak puteri itu. Bersih nian. Melewati dapurnya, setali tiga uang. Sekelilingnya bersih. Lantaran si pemilik rumah masih ‘di bawah umur’ saya urung ‘jatuh cinta’, tapi sesungguhnya punya kenangan berbulir di sekujur terkait kebersihan kamar mandi, dapur dan sekitarnya. Ini kisah lama.

Pemuda Sukriadi Amil Tannipalu, nama fesbuknya. Saya kenal sosoknya yang peramah. Penyabar. Bicaranya pelan, mungkin juga kalem, sangat kontras dengan sebuah foto yang tersampir di kamar tengah rumahnya di Kalukku: pakai loreng dengan baret khas partai dimiringkan sedikit, berdiri tegak di samping Prabowo Subianto. Sepintas tampak sangar.

Dari banyak cerita anak muda Mamuju, Sukriadi lama menetap di Jakarta dan ‘indekos’ di kediaman Prabowo Subianto, ‘pemilik’ Partai Gerindra dan Presiden Indonesia ke-8, nanti.

Saya punya celah analisis jika Mamuju berpotensi kotak kosong: Sutinah Suhardi melenggang bertarung di pilkada tanpa lawan figur pasangan calon. Atau apa pun itu, analasis kali ini fokus pada Kuli’ dan arah dukungan Partai Gerindra di Pilkada Mamuju 2024.

Ado’ Mas’ud sudah bukan rahasia diuntungkan statusnya selaku ketua DPC PDIP Mamuju yang menjadikan dirinya begitu mudah jadi (calon) Wakil Bupati Mamuju di tahun 2020 lalu. Faktor PDIP sebagai partai pemenang sekaligus gerbong besar yang berkuasa secara nasional — DPR RI dan Presiden — menjadikan pilkada di daerah meski punya kaitan dengan kekuatan “merah”. Pilkada 2024 berbeda, bahkan berbalik 360 derajat.

Gerindra

Tak begitu penting menghitung jumlah kursi Gerindra di DPRD Kabupaten Mamuju. Yang penting diulik saat ini kemana dukungan Gerindra di Pilkada Mamuju 2024? Merapat ke kubu petahana dengan gerbong besar yang sudah siap berlaga, Partai Demokrat, cenderung iya. Petahana milik Demokrat tinggal mencari calon wakil bupati pasca Ado’.

Apakah Kuli’ dari Gerindra? Mungkin iya, mungkin pula bukan. Kekuatan Kuli’ jelas karena ia dekat dengan (calon) Presiden RI, Prabowo Subianto. Kedekatan ini terbukti dengan posisi mentereng Kuli’: Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Gerindra Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Posisi ini ‘keramat’, Kuli’ bisa ‘kandat tok’ siapa pun dalam organ partai yang berani ‘macam-macam’. Apalagi jika itu titah datang dari Prabowo sendiri.

Gerindra — yang nantinya akan jadi partai penguasa, seperti yang ditabalkan ke PDIP 10 tahun terakhir — akan jadi partai paling diminati para figur cakada nanti. Figur atau partai yang merasa dalam kondisi kuat memenangi pilkada untuk posisi calon bupati, maka Gerindra dinilai tepat jadi tandem mengisi posisi calon wakil bupati.

Mamuju, seolah demikian. Sukriadi atau Kuli’ sungguh tenang di Jakarta kini. Ia lebih banyak waktu baca buku dan nonton netflix di kamar sembari menunggu arahan dari bosnya, Prabowo.

Meraih 1600an suara di Pileg lalu di dapil Kalukku dan sekitar, yang dengan selisih angka sekian sedikit oleh rekannya tak mengantarnya jadi legislator 2024, bukan catatan penting bagi petahana pun Partai Demokrat. Jika ini analis tak berlebihan, sekadarnya sudut pandang (perspektif).

Amatan saya, bagi Demokrat dan Sutinah SDK (petahana/incumbent) siapa pun sosok yang dimajukan Gerindra sebagai calon wakil bupati adalah catatan penting untuk dua hal: merengkuh kemenangan dan sukses menjalankan pembangunan di bawah kendali komando seiring sejalan.

Figur lain tentu banyak. Ia datang dari kalangan pebisnis, politisi, birokrasi, yang catatan prestasinya — kalau boleh saya menyebut kehebatannya — pun tak diragukan, tapi yang pasti mereka itu “tidak dekat” dengan presiden.

Sekadar bacaan santai pengisi waktu liburan panjang akhir pekan.

#Literer2

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Karama

    Kantor Desa Karama Disegel Warga, Massa Tuding Kades Selewengkan Dana Desa

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 275
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kantor Desa Karama, di Dusun Pangalloan, Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Disegel sejumlah massa pengunjuk rasa, pada, Senin, (15/7/2024) pagi. Massa yang mengatasnamakan aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Karama dan Masyarakat Desa, melakukan orasi dan membentangkan sejumlah spanduk tuntutan di Halaman Kantor, sekitar Pukul 9.00 WITA, pagi tadi. […]

  • Ketua DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar Harap Rekonstruksi Gedung Baru Segera Rampung.

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 90
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Suraidah Suhardi bersama Ketua Komisi II, Sudirman, mengecek progres pembangunan Gedung DPRD Sulbar, Selasa (27/02/2024). Menurut Suraidah, peninjauan itu dilakukan untuk memonitoring pembangunan agar selesai sesuai target. “Saya sengaja mengunjungi langsung ke lokasi untuk mengecek progres sekaligus memberikan semangat kepada Konsultan Perencanaan dan […]

  • Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, umumkan anak dibawah 16 tahun resmi dilarang.

    Pemerintah Resmi Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Mulai 28 Maret 2026

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 641
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Pemerintah Indonesia resmi membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap sejumlah platform digital (Media Sosial/Medsos) berisiko tinggi melalui kebijakan baru yang mulai diterapkan secara bertahap pada 28 Maret 2026. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP TUNAS, yang menetapkan bahwa anak di bawah […]

  • KONI Mamuju

    Dua Calon Ketua KONI Mamuju Ditetapkan, Yuki dan Munawwir Bersaing

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dua kandidat calon Ketua Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mamuju 2025-2029 resmi ditetapkan oleh tim penjaringan, pada Kamis, (9/10/2025). Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua Umum KONI Mamuju, Suratmin, mengatakan dua nama tersebut yakni Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, dan Anggota DPRD Mamuju, Munawwir Arafat. Mereka akan berebut pucuk pimpinan […]

  • Walhi Sulbar

    Laporkan Mahasiswa, Walhi Sulbar Sebut Pj Gubernur Berupaya Bungkam Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 178
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – WALHI Sulawesi Barat (Sulbar), menyayangkan sikap Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Atif Fakrulloh, yang melaporkan sejumlah mahasiswa atas jebolnya pintu gerbang Kantor Gubernur Sulbar saat berunjuk rasa. Pintu gerbang Kantor Gubernur Sulbar roboh saat sejumlah massa pengunjuk rasa berupaya masuk ke halaman. Akibatnya massa Aliansi Masyarakat Peduli Reforma Agraria (AMPERA) yang memperingati […]

  • Pekerja WiFi di Mamuju 42 Detik Play Button

    Pekerja Wifi di Mamuju Tersengat Listrik, Satu Tewas, Dua Kritis

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Tiga orang pekerja wifi tersengat listrik tegangan tinggi saat melakukan pemasangan kabel di Dusun Jati, Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 16.54 WITA. Kapolsek Kalukku, IPTU Makmur, menjelaskan insiden bermula ketika para pekerja sedang memasang tiang Telkom. Saat proses pemasangan, tiang tersebut menyentuh kabel listrik tegangan tinggi hingga […]

expand_less