Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LIFESTYLE » Lingkungan » JATAM Sebut Pengusulan WIUP Tambang Tanah Jarang di Mamuju Ancam Ruang Hidup Warga Lokal

JATAM Sebut Pengusulan WIUP Tambang Tanah Jarang di Mamuju Ancam Ruang Hidup Warga Lokal

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Rencana pengelolaan logam tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat, disebut Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional akan jadi ruang eksploitasi perluasan perusakan-penghancuran ruang hidup yang memiskinkan warga.

Respon JATAM itu menyusul, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan izin wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) untuk komoditas logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) di Desa Takandeang dan sekitarnya di Kecamatan Simboro dan Kecamatan Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat.

JATAM juga menyebut, LTJ juga terdeteksi pada Wilayah 3 Kabupaten Mamasa, LTJ ini tepat berada di atas tanah yang disakralkan oleh para penganut aliran kepercayaan Mappurondo yang mengkultuskan lingkungan hidup sebagai penyelamat.

Data yang dihimpun oleh JATAM menyebut, luas WIUP LTJ di Mamuju yang diusulkan diperkirakan mencapai 9.252 Hektar. Dengan cakupan wilayah seluas itu, JATAM menyebut, operasi produksi pertambangan akan menyebabkan perombakan rona atau bentang alam.

Juru Kampanye JATAM Nasional, Alfarhat Kasman mengatakan, usulan WIUP LTJ tersebut merupakan usulan yang pertama kali ada di Indonesia.

“Daya rusak yang dihasilkan dari industri ekstraktif pertambangan tidak hanya akan berdampak pada rusaknya lingkungan hidup. Melainkan juga akan berdampak pada rusaknya tata produksi-konsumsi warga,” kata Alfarat, Sabtu (20/01/2024).

Untuk itu JATAM mengingatkan, jika kerusakan pada proses pertambangan tersebut akan sangat berdampak pada rusaknya ekosistem, tercemarnya tanah dan air, serta paling rentan terhadap warga lokal.

“Luar biasa tingginya konsumsi air untuk operasi industri ekstraktif tambang akan menyebabkan pemenuhan air warga setempat terhalangi bahkan sering terjadi perampasan sumber air. Warga seringkali harus menyingkir untuk mencari sumber mata air baru atau bertahan dengan konsekuensi berhadapan dengan kekerasan,” imbuhnya.

Selain itu kata JATAM, hingga saat ini belum ada teknologi pengelolaan pembuangan limbah tambang aman terhadap kerusakan tanah dan tata air. Baik berupa waste-dump (kolam tailing), maupun submarine tailing disposal.

“Bahkan sering kali pengaliran limpasan air yang memiliki kandungan racun yang berbahaya dan mematikan secara sengaja dilepaskan dari kolam tailing ke sumber-sumber air warga seperti sungai. Hal ini bertujuan untuk menghindari luapan kolam limbah tailing saat hujan deras terjadi,” kata Alfarat.

Dengan realitas itu, JATAM menyebut, pemerintah mengabaikan kepentingan warga dan hanya berpihak pada investasi yang mengancam warga sekitar.

“Pengabaian atas realitas itu menunjukkan bahwa pemerintah baik itu daerah dan pusat sama sekali tidak hadir untuk untuk kepentingan warga. Mereka hanya peduli pada investasi yang juga sama sekali tidak berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga dan justru menjadi sumber perusakan-penghancuran ruang hidup dan memiskinkan warga,” tutur Alfarat.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panahan Bupati Cup Mamuju

    Pertama Digelar, Kejuaraan Panahan Bupati Cup Mamuju Diikuti 100 Atlet

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 243
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kejuaraan Panahan Bupati Cup Mamuju di gelar di Stadion Manakarra, Mamuju. Kejuaran ini pertama kali dilaksanakan mulai, Kamis, 4 Juli 2024 dan akan berakhir pada, Sabtu, (6/7/2024) besok. Ketua Panitia, Muksin mengatakan, Kejuaraan Panahan itu melombakan tiga kategori yakni, U-13 jarak 10 meter, U-16 jarak 20 meter, dan U-19 jarak 30 meter. […]

  • Isra Mi'raj NU di Mamuju

    Ratusan Kader NU di Mamuju Gelar Istighosah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Daerah

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 118
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ratusan kader Nahdlatul Ulama (NU) di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar istighosah dan doa bersama dalam rangka memperingati Isra Mi’raj serta Hari Jadi NU ke-102 tahun. Acara ini berlangsung di Aula Outdoor Kodim 1418 Mamuju, Jl. Yos Sudarso, pada Senin (3/2/2025) malam. Ketua panitia, M. Khalil Qibran, menyatakan kegiatan yang dihadiri ratusan […]

  • Demokrat Segera Copot Baliho Anis di Mamuju

    Demokrat Segera Copot Baliho Anis di Mamuju

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 3Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Usai wacana deklarasi pasangan Anies-Cak Imin dibocorkan Partai Demokrat, pencopotan baliho Anies Baswedan merambat ke Mamuju, Sulawesi Barat. Partai Demokrat segera copot baliho Anies yang terpasang di sejumlah titik dalam kota Mamuju. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju Suraidah Suhardi, mengatakan hal itu buntut kekecewaan yang dirasakan kader Demokrat atas pilihan sepihak […]

  • Diskon listrik 50 persen

    97 Persen Pelanggan PLN di Sulbar Sudah Bisa Nikmati Listrik Diskon 50 Persen

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 219
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – PT PLN (Persero) memastikan diskon 50 persen tarif listrik kini mulai dapat dinikmati masyarakat mulai 01 Januari 2025. Diskon itu dikhususkan bagi pelanggan dengan kapasitas 450 sampai 2200 volt (ampere). Manager PLN UP3 Mamuju, Manihar Hutajulu, menjelaskan tarif listrik diskon 50 persen ini dapat dinikmati hampir semua pelanggan dengan kategori R sebanyak […]

  • Disnaker Sulbar

    Pemprov Sulbar Minta Perusahaan Bayar THR Paling Lambat 4 April

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 328
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengimbau perusahaan di Sulbar untuk membayarkan tunjangan hari raya (THR) paling lambat pada 04 April 2024 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Sulbar, Farid Amri disela-sela kunjungannya, di Mamuju, Senin (18/03/2024). “Disnaker Sulawesi Barat siap memberikan dukungan dan bantuan kepada erusahaan-perusahaan yang […]

  • Kabag keuangan DPRD Sulbar

    Kabag Umum dan Keuangan Sekrtariat DPRD Sulbar Bertemu PT. Brantas Abipraya Bahas Rekonstruksi Gedung DPRD

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kabag Umum dan Keuangan, Sekretariat DPRD Sulbar, Stephanus BM, bersama PT. Brantas Abipraya Mengadakan Rapat Koordinasi Terkait Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gedung Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat. pertemuan ini dilaksanakan di ruang rapat direksi. Kamis, (18/7/2024).   Rapat ini membahas berbagai aspek teknis dan administratif yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan proyek, termasuk […]

expand_less