Bagaimana Pemikiran Ketua-Ketua Komisi di DPRD Sulbar Menjalankan Fungsinya, Berikut Komentar Perdana Mereka
- account_circle mekora.id
- calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua-ketua Komisi DPRD Sulbar (Komisi I : Irwan SP Pababari, Komisi II : Syarifuddin, Komisi III : Usman Suhuriah, Komisi IV : Abdul Rahim). (Foto dan desain : Sugiarto/Mekora.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Pembentukan AKD di DPRD Sulbar menarik untuk kita telisik. Pasalnya, ketua-ketua komisi dan Badan yang terpilih merupakan tokoh-tokoh politik yang telah malang melintang. Sebut saja Ketua Bapemperda DPRD Sulbar, Habsi Wahid. Ia merupakan Bupati Mamuju periode 2015-2020.
Selain itu, ada juga ketua Komisi I DPRD Sulbar, Irwan SP Pababari, mantan Wakil Bupati Mamuju bersama Habsi Wahid di periode yang sama. Sedangkan tokoh lainnya yakni Usman Suhuriah, politukus senior Golkar ini sebelumnya jadi Wakil Ketua DPRD Sulbar periode 2019-2024, bersama Politikus Nasdem, Abdul Rahim yang juga jadi Ketua Komisi IV.
Seperti kata Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri, terbentuknya AKD itu diharapkan membuat kerja-kerja dewan yang sempat tertunda segera diselesaikan. Khususnya pembahasan APBD pokok 2025 yang di depan mata akan disahkan oleh lembaga legislatif ini.
“Kita harap ini bukan lagi berjalan tapi berlari untuk mengejar kerja-kerja dewan yang tertunda, khususnya pembahasan APBD Pokok 2024 yang akan segera dibahas,” kata Amalia Fitri, kemarin.
Sementara Wakil ketua III DPRD Sulbar, Abdul Halim, menyampaikan kerja-kerja DPRD dapat dilakukan secara kolektif kolegial. Hal itu untuk mencapai fungsi DPRD yang maksimal.
“Semoga ini bisa membuat kerja-kerja dewan makin maksimal, selain itu diperlukan kolektif kolegial dalam setiap keputusan,” ungkapnya.
Untuk itu Mekora.id secara eksklusif telah merangkum komentar dan pernyataan dari Ketua Komisi I,II,II,dan IV di DPRD Sulbar, agar dapat diketahaui masyarakat luas.
Irwan SP Pababari, dalam komentar perdananya sebagai Ketua Komisi I DPRD Sulbar menyampaikan mereka akan berpegang teguh pada prinsip kolektif kolegial dalam setiap pengambilan keputusan.
“Kerja-kerja kedewanan ini kita akan laksanakan dan maksimalkan, dan berpegang pada prinsip kolektif kolegial. Adapun terpilihnya pimpinan di Komisi I ini hanya sebagai leader dalam melakukan koordinasi,” kata Politikus Golkar itu.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Sulbar, Syarifuddin, mengatakan meski pemilihan ketua komisi diwarnai walk out satu fraksi namun secara keseluruhan pemilihan AKD itu berlangsung secara baik. Dia menyebut dari 7 fraksi, 6 fraksi yang menyelesaikan pemilihan itu.
“Pemilihan ketua Komisi dihadiri 6 dari 7 Fraksi, kita nantinya akan membangun kebersamaan. Meski satu fraksi walk out, namun pemilihan pimpinan komisi tetap berjalan lancar dan kuorum karena dari 7 fraksi yang hadir 6,” ungkap Kader Gerindra itu.
Sementara Politikus senior Partai Golkar yang terpilih sebagai Ketua Komisi III, Usman Suhuriah, mengaku akan berupaya membawah AKD lebih maksimal. Ia meminta para OPD yang menjadi mitranya kedepan lebih terbuka sehingga bisa bersama mengatasi persoalan yang dihadapi.
“Pemilihan ini benar-benar demokratis, ke depan kita akan membawah AKD ini lebih kompak, lebih solid. Utamanya ke depan kerjasamanya ke OPD, kita harap OPD-OPD ini nantinya semakin terbuka untuk membahas situasi yang ada,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV, Abdul Rahim, menyatakan kerja-kerja yang akan dihadapi kedepan memiliki tantangan besar. Meski begitu, dia mengaku yakin dengan kualitas yang dimiliki para anggota komisi IV mampu menjalan fungsi dewan dengan maksimal.
“Dengan komposisi komisi IV yang ada saat ini, kami yakin kualitasnya akan melaksanakan fungsi budgeting, fungsi pembentukan peraturan daerah, dan fungsi pengawasan akan berjalan maksimal,” ungkapnya.
Hasil Pemilihan AKD itu, langsung disahkan oleh Ketua, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua DPRD Sulbar melalui rapat paripurna.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News