YKPM dan KAPAL Perempuan Bangun 2 Desa Piloting dan 1 Desa Rintisan, Ditarget Jadi Desa INKLUSI
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sejumlah kelompok perempuan sedang menghadiri pelatihan dan pendidikan inklusi dari YKPM Sulbar. (Foto : istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Seiring perkembangan pola pendidikan dan pendampingan di Indonesia, kini muncul metode Inklusi. Metode belajar ini jadi tren bagi lembaga maupun yayasan pendidikan.
Inklusi pada dasarnya pola pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja, dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda. Dengan meliputi karakter, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya dan lain sebagainya.
Pendekatan itukah yang diterapkan Kapal Perempuan dan Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) Sulawesi Barat untuk pendampingan masalah perempuan dan anak di Kabupaten Mamuju.
Koordinator YKPM Sulbar, Syaiful Ahmad mengatakan, saat ini mereka telah memasuki tahun ketiga melakukan pendampingan Inklusi di Desa Kalepu, Kecamatan Tommo, Desa Boda Boda Kecamatan Papalang, dan Desa Toabo yang baru dirintis.
Pada tiga Desa Plotting itu, mereka berhasil melakukan penerapan pada enam isu inklusi prioritas pendampingan YKPM dan Kapal Perempuan.
“Saat ini kami melakukan pendampingan untuk tiga desa yang berfokus pada enam isu prioritas dimana program ini hasil kerjasama antara pemerintah Australia dan Indonesia,” kata Syaiful Ahmad, Sabtu (23/09/2023).
Pada program itu, satu kelompok beranggota 30 orang perempuan diberi berbagai pelatihan. Termasuk pelatihan kewirausahaan mandiri dan pendidikan tata kelola desa.
Isu-isu strategis itu menurut YKPM akan membantu meningkatkan kualitas dan partisipasi kelompok perempuan di Desa.
Sehingga diharapkan akan membuat kelompok perempuan lebih melek hak dan menyuarakan berbagai isu yang ada di wilayahnya.
“Kami membentuk kelompok dengan anggota 30 orang perempuan, kami berikan pendidikan tentang tata kelola desa. Setelah pelatihan itu diharapkan perempuan di desa bisa menyuarakan hak-hak yang belum tersentuh layanan publik,” ujar Syaiful Ahmad.
Program Kapal Perempuan dan YKPM ini akan berlangsung lima tahun yang dilaksanakan di dua wilayah di Sulawesi yakni Kabupaten Pangkep dan Mamuju.
- Pelatihan inklusi kelompok perempuan dari YKPM Sulbar.
“Saat ini program kami baru tiga desa, tetapi khusus di Mamuju, kami telah mendapat sambutan hangat dari Bupati dan akan melakukan MoU tahun depan untuk menambah Ploting di Desa lain,” kata Syaiful Ahmad.
Berikut enam isu Inklusi prioritas YKPM dan Kapal Perempuan di Mamuju :
1. Identitas hukum
Memberikan layanan administrasi hukum berupa KTP, KK, Kartu Anak dan Buku Nikah untuk seluruh masyarakat di wilayah dampingan.
2. Perkawinan Anak
Perkawinan anak merupakan salah satu penyumbang stunting. Isu ini menjadi prioritas untuk mengurangi angka stunting di Sulawesi Barat.
3. Kekerasan Perempuan dan Anak
Melakukan pendampingan pada korban kekerasan seksual dan menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai UU TPKS.
4. Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Fokusnya adalah kelompok perempuan di Desa melakukan pelatihan dan bantuan usaha untuk ibu-ibu desa.
5. Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan
Membentuk kelompok beranggota 30 orang perempuan dengan berbagai pendidikan tentang tata kelola pembangunan desa. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi peremuan untuk mengawasi proses pemerintahan di Desa. Didalamnya dibentuk pos pengaduan untuk perempuan yang belum dapat layanan.
6. Disabilitas
Layanan ini mencakup pendampingan untuk kaum disabilitas agar mendapatkan pelayanan dan hak yang sama dengan warga lainnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News