Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ramai-Ramai Sorotan Dugaan Manipulasi C1-Hasil di Mamuju Tengah

Ramai-Ramai Sorotan Dugaan Manipulasi C1-Hasil di Mamuju Tengah

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Integritas penyelenggara Pemilu 2024 khususnya wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) kini sedang diuji, hal itu menyusul serangkaian dugaan tindak kecurangan sedang menghangat di media sosial.

Dugaan manipulasi C1-Hasil berukuran Plano awalnya di upload oleh akun Facebook Mohammad Fadly terkait pergantian raihan suara untuk Caleg partai tertentu di Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah.

Secara gamblang akun tersebut juga mengupload C1-Hasil yang memperlihatkan coretan pada perolehan suara menjadi lebih tinggi.

“Suara dan total hampir semua naik di TPS Desa Batu Parigi, Kec.Tobadak Mamuju Tengah , (Ada TipX di Setiap Pergantian Suara) 56 jadi 111, 67 jadi 81, 42 jadi 67, 59 jadi 89,” tulis akun facebook itu.

Sontak riak terkait postingan itu langsung membludak, Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ajbar bereaksi yang dimuat pada laman salah satu media massa.

Respon yang sama turut ditunjukan oleh Suhardi Duka, Caleg DPR RI yang juga ketua Partai Demokrat Sulbar ini ikut menyoroti dugaan manipulasi data C1-Hasil di Mamuju Tengah itu.

Menurutnya, jika kejadian itu benar, tindakan tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak bermoral dan berkonsekuensi hukum.

“Berita yang dirilis Ajbar dengan bukti-bukti perubahan C1 hasil dari KPPS ke proses selanjutnya terjadi perubahan C1 di Mamuju Tengah, saya menilai bahwa Pemilu tidak boleh curang, tapi kalau terjadi kecurangan seperti itu kemudian dibiarkan itu adalah tindak pidana,” kata SDK di Mamuju, Kamis (22/02/2024).

Secara lugas, Anggota DPR RI ini meminta Bawaslu dan pihak penegak hukum segera menginvestigasi dugaan kecurangan itu.

“Bawaslu maupun aparat penegak hukum dengan bukti-bukti yang ada perlu melakukan investigasi terhadap KPU di kabupaten tersebut, sampai kepada PPK, sampai kepada petugas di bawahnya, kalau memang terbukti itu dipidana, tidak ada jalan lain, karena melakukan perubahan terhadap dokumen negara, karena dokumen pemilu adalah dokumen negara itu adalah tindak pidana,” ungkap legislator yang akrab disapa SDK ini.

SDK mengingatkan jika integritas dan berjalannya Pemilu di Sulbar yang cukup kondusif ini tidak boleh dicederai dengan tindakan-tindakan kotor yang merusak berlangsung Pemilu.

“Saya minta kepada semua pihak, ini serius, keluhan saudara Ajbar dengan bukti-buktinya itu perlu diseriusi, karena kalau tidak diseriusi tentu hasilnya berbeda dengan fakta di lapangan, kalau itu yang terjadi maka pasti akan ribut, kalau ribut pemilu ini akan menjadi cedera sedangkan pemilu di Sulawesi Barat sangat kondusif,” terangnya.

Menanggapi itu, Ketua KPU Sulawesi Barat, Said Usman Umar menyebut, saat ini telah menerjunkan tim untuk memeriksa kejadian tersebut.

Dia mengatakan, Tim KPU akan memantau dan memeriksa semua proses yang sedang berlangsung. Termasuk memeriksa bila ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara hingga badan Ad Hoc.

“Tim kami telah turun kelapangan untuk memeriksa semua kemungkinan yang terjadi, termasuk memeriksa apa ada penyelenggara atau Ad Hoc yang melakukan kecurangan,” kata Said Usman, Kamis (22/02/2024).

Usman mengatakan semua penyelenggara Pemilu termasuk Bawaslu dan saksi peserta Pemilu memiliki salinan C1-Hasil, sehingga jika terjadi perbedaan dapat dilaporkan.

“Jadi C1-Hasil harusnya dimiliki semua peserta pemilu dan Bawaslu. Bawaslu paling tidak memiliki rekaman video yang menggambarkan proses yang terjadi,” jelasnya

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Dinas Pendidikan Sulbar

    Pemprov Sulbar Respons Ketakutan Siswa SMPN 6 Kalumpang Usai Sekolah Nyaris Tersapu Banjir

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ketakutan yang dirasakan para siswa SMPN 6 Kalumpang, Kabupaten Mamuju, pasca sekolah mereka nyaris tersapu banjir, memantik perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Mithar, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju untuk mengambil langkah penanganan di SMPN […]

  • UMK Mamuju 2025

    UMK Mamuju Tahun 2025 Naik Jadi Rp 3,1 Juta

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 502
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mamuju untuk tahun 2025, ikut naik 6,5 persen menjadi Rp 3.122.680. Angka itu naik sebesar Rp 190.586 dari UMK tahun 2024 sebesar Rp 2.932.094. Naiknya UMK Mamuju tahun 2025 ini, disampaikan oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mamuju, Oce Sulawijaya, saat di hubungi wartawan. Pada, Jumat, (13/12/2024) sore. […]

  • Munandar Wijaya, Nilam di Mamuju

    Nilam dan Ancaman Lingkungan di Mamuju, Sulawesi Barat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh Munandar Wijaya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Tanaman nilam (Pogostemon cablin) adalah salah satu komoditas unggulan dalam industri minyak atsiri. Minyak nilam memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan dalam industri parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Mamuju, Sulawesi Barat, memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman nilam karena kondisi iklim dan tanahnya yang mendukung. Ramai masyarakat […]

  • Remaja di Mamuju meninggal setelah konsumsi minuman kemasan

    Gadis Remaja di Mamuju Meninggal Sesaat Setelah Konsumsi Minuman Kemasan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang gadis remaja, bernama Syarina (15) di Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), meninggal dunia sesaat setelah konsumsi minuman kemasan, pada Jumat, (3/1/2024) sore. Kematian secara mendadak siswi kelas X di SMK Negeri Papalang itu, menghebohkan warga sekitar. Hal itu karena sebelumnya korban sempat mengkonsumsi minuman kemasan jenis Okky […]

  • Pimpinan DPRD Sulbar Hadiri Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Mamuju

    Pimpinan DPRD Sulbar Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Mamuju

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 165
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), St. Suraidah Suhardi, menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulbar, yang digelar di Mamuju pada Selasa (25/3/2025) petang. Acara ini turut dihadiri Plh Sekprov Sulbar, Herdin Ismail, yang mewakili Gubernur Sulbar, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat […]

  • Komisi II DPRD Mamuju dan Dinas Ketahanan Pangan Rapat RAPBD 2025

    Komisi II DPRD Mamuju dan Dinas Ketahanan Pangan Bahas RAPBD 2025, Ini Besarannya

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – DPRD Kabupaten Mamuju melalui komisi II, melakukan pembahasan Rancangan APBD Pokok 2025 dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju, di ruang Paripurna, Selasa, (19/11/2024). Ketua Komisi II DPRD Mamuju, Asdar, mengatakan pagu anggaran yang ditawarkan oleh Dinas Ketahanan pangan melalui Rencana Kerja Anggaran (RKA) secara keseluruhan sebesar Rp. 2,8 miliar. “Dari angka Rp. […]

expand_less