Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pengadaan Dinkes Mamasa Disorot, Alkes Tak Cukup-Ambulans Pernah Sampai ke Puskesmas

Pengadaan Dinkes Mamasa Disorot, Alkes Tak Cukup-Ambulans Pernah Sampai ke Puskesmas

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMASA, Mekora.id – Pengadaan mobil ambulans tahun anggaran 2025 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menuai sorotan. Program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dipertanyakan setelah ambulans yang diperuntukkan bagi Puskesmas Salutambun disebut belum terlihat di lokasi.

Dalam dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dinkes Mamasa tahun 2025, pengadaan satu unit ambulans dengan spesifikasi 4×4 tercatat dianggarkan sebesar Rp750 juta. Anggaran itu merupakan bagian dari pagu DAK sektor kesehatan sebesar Rp18,7 miliar, yang juga mencakup penguatan bangunan Puskesmas Salutambun senilai Rp475 juta.

Namun hingga kini, ambulans tersebut disebut belum sampai di puskesmas yang menjadi tujuan pengadaan. Kondisi itu memicu pertanyaan dari sejumlah pihak, termasuk kalangan aktivis di Mamasa.

Salah seorang aktivis Mamasa, Irfan, mengatakan program pengadaan tersebut seharusnya menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem dan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah.

Ia menilai pengadaan mobil ambulans tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian spesifikasi barang dengan dokumen perencanaan.

“Dalam RAB tercatat mobil dengan spesifikasi 4×4, tetapi informasi yang kami dapatkan di lapangan kendaraan yang datang justru 4×2. Jika benar demikian, tentu perlu ada penjelasan dari pihak terkait,” kata Irfan, Jumat, 13 Maret 2026.

Selain pengadaan ambulans, Irfan juga menyoroti pengadaan alat kesehatan (alkes) yang dianggarkan sekitar Rp2,31 miliar. Ia mengaku menerima informasi bahwa sebagian barang yang tercantum dalam pengadaan tersebut belum terlihat keberadaannya.

“Pengadaan Alkes juga kami dapatkan informasi ada yang tidak cukup datang,” ujarnya.

Atas dasar itu, Irfan meminta aparat penegak hukum (APH) menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

“Kami meminta kepada APH agar memanggil dan memeriksa pihak Dinas Kesehatan Mamasa. Setelah Lebaran kami juga berencana melakukan aksi unjuk rasa,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa belum memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr. Ratna, yang telah dikonfirmasi berulang kali belum memberikan tanggapan.

Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Mamasa, Yunus Ma’dika, saat dihubungi irit komentar. Ia hanya meminta awak media melakukan kepada kepada pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Coba tanya sama Ibu Tresia selaku PPK-nya,” ujarnya singkat.

(Laporan : Jupran)

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan hilang di Mamuju

    Jasad Nelayan Hilang di Mamuju Akhirnya Ditemukan Setelah 5 Hari Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 9 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 169
    • 1Komentar

    Nelayan hilang di Mamuju ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dicari selama 5 hari.

  • Kelapa Sawit Pasangkayu

    Dugaan Mafia Tanah di Pasangkayu, Advokat : 1.372 Hektar Lahan Warga Dicaplok Perusahaan Sawit

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 312
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus tumpang tindih lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), terus menuai perhatian. Dari 59 desa yang ada di wilayah tersebut, tercatat 30 desa mengalami konflik agraria berupa sertifikat hak milik (SHM) warga yang overlaping dengan sertifikat hak guna usaha (HGU) milik perusahaan. Hal ini […]

  • Peta BMKG Prakiraan suhu panas di Indonesia.

    El Nino di Sulbar Hingga Oktober, Mamuju dan Polman Paling Panas

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 206
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Fenomena El nino atau pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di Provinsi Sulawesi Barat diprediksi berakhir pada Oktober 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Majene, Sulawesi Barat, mencatat, daerah ini memiliki karakteristik tipe hujan monsunal sehingga diprediksi bulan November curah hujan mulai turun. Tipe curah hujan ini bersifat unimodial (satu puncak […]

  • Dinkes Sulbar Luncurkan “Si Pandai Jafungkes”, Sistem Digital Pendampingan ASN Fungsional Kesehatan

    Dinkes Sulbar Luncurkan “Si Pandai Jafungkes”, Sistem Digital Pendampingan ASN Fungsional Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat meluncurkan inovasi digital bertajuk “Si Pandai Jafungkes” (Sistem Pendampingan dan Konsultasi Jabatan Fungsional Kesehatan). Terobosan ini hadir untuk mendampingi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengelolaan karier jabatan fungsional secara lebih transparan, akuntabel, dan sesuai aturan, Jumat (29/8/2025). Inovasi ini merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator […]

  • Wagub Sulbar

    Wagub Sulbar Minta Seluruh Aset Daerah Dicatat dan Pertanggungjawabkan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, kembali menegaskan seluruh aset daerah didata. Hal itu ia sampaikan saat rapat bersama dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu , (9/4/2025). Salim S Mengga mengingatkan, seluruh Kepala OPD penting untuk mempertanggungjawabkan dan mencatat seluruh aset yang dimiliki di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar. “Tidak […]

  • Badko HMI Sulselbar Tanggapi Permintaan Maaf Pj Gubernur Sulbar

    Badko HMI Sulselbar Tanggapi Permintaan Maaf Pj Gubernur Sulbar

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Inslam Sulawesi Selatan – Sulwesi Barat (BADKO HMI Sulselbar), Muh. Ahyar, mengomentari permintaan maaf Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh, terkait filosofi burung yang berpolemik. Ahyar mengatakan, meski permintaan maaf dari Zudan telat, namun itu merupakan wujud kedewasaan pemimpin yang menghargai budaya masyarakat Sulawesi Barat. […]

expand_less