Milenial dan BEM di Mamuju Berkumpul, Bahas Bahaya Hoax di Pemilu 2024
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dialog Milenial dan BEM di Mamuju
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Kelompok milineal muda Indonesia wilayah Sulawesi Barat bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Mamuju, berkumpul dan membincang tentang Pemilu 2024.
Dalam tema “Menjadi Pemilih Cerdas & Rasional “ dihari Generasi Z dari BEM Universitas Wallacea, Universitas Muhammadiyah Mamuju, Stikes Fatima Mamuju dan Universitas Tomakaka, yang dilaksanakan di Tribun Pendopo, Ahmad Kirang Mamuju, Kamis (01/02/2024).
Ketua wilayah milenial muda Indonesia, Haeril Ghalib menuturkan, sebagai pemegang hak suara mayoritas pada Pemilu 2024, milenial dan Gen Z diharapkan bisa menjadi motor dalam pesta Demokrasi yang berlangsung.
Selain itu, dengan hari pencoblosan 14 Februari yang makin mendekat, isu dan berita hoax juga semakin meningkat di media sosial.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kita disuguhkan propaganda yang sangat dahsyat di media sosial mengenai isu-isu Capres/Cawapres. Ketika Milenial dan Gen Z tidak melek dan kritis maka akan tergiring dengan opini liar yang semakin hangat,” kata Haeril.
Untuk itu, dengan diskusi yang berkembang kata Haeril, dapat memperkecil mis informasi yang diterima oleh Gen Z, khususnya Pemilih Pemula.
“Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini betul betul memberikan edukasi yang baik kepada teman teman mahasiswa yang hadir sehingga mampu menggunakan kecerdasannya dalam menghadapi pemilu yang akan berlangsung pada 14 februari 2024 nanti,” katanya.
Sementara, Komisioner KPU Sulbar, Asriani yang turut mengisi materi mengungkap, perlunya Generasi muda untuk kritis dan melek dalam Pemilu, sehingga bisa menentukan arah dan Pilihannya tanpa pengaruh dari kelompok tertentu.
“Bagaiamana kaum intekelektual mampu mengembalikkan kekuasan berpikir mahasiswa utamanya dalam memilih pemimpin, karena kita tidak menginginkan ada dari kaum generasi milenial dan z memilih hanya karena modal ikut-ikutan atau karena pengaruh kelompok,” pungkasnya.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
