MAMUJU, Mekora.id – Seorang gadis berusia 13 tahun asal Desa Barakkang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, diduga menjadi korban percobaan penculikan oleh seorang pria bernama Suandi (37).
Korban nekat melompat dari sepeda motor yang dikendarai Suandi saat berada di Lingkungan Simbuang, Kabupaten Mamuju, Kamis (8/10/2026).
Aksi itu dilakukan setelah korban menyadari perjalanan yang awalnya disebut untuk membeli bumbu rumah makan justru membawanya lebih dari 100 kilometer dari Salugatta, Mamuju Tengah.
Peristiwa tersebut bermula saat korban bekerja di salah satu rumah makan di Salugatta untuk menggantikan ibunya selama dua hari yang sedang ijin karena mengurus adiknya yang sakit sakit.
Pada Kamis pagi, pemilik rumah makan meminta korban membeli rempa (bawang, sayur, dll) ke pasar. Saat bersamaan, Suandi yang disebut baru berhenti dari pekerjaannya datang ke rumah makan tersebut dan meminta izin meminjam sepeda motor milik pemilik rumah makan.
Namun karena pemilik ada keperluan dengan menyuruh korban membeli rempa ke pasar, pelaku Suandi kemudian menawarkan diri mengantar korban.
“Katanya korban disuruh beli bumbu warung ke pasar, tapi pelaku tiba-tiba datang ingin pinjam motor dan menawarkan mengantar korban,” kata anggota Kodim 1418 Mamuju, Firman.
Tanpa rasa curiga, korban mengikut pelaku dengan maksud tujuan diantar ke pasar. Merekan kemudian menggunakan sepeda motor milik pemilik rumah makan.
Namun, perjalanan tidak mengarah ke pasar seperti tujuan awal. S justru membawa korban menuju arah selatan hingga perjalanan mencapai lebih dari 100 kilometer dari Salugatta.
Korban yang mulai curiga kemudian menanyakan tujuan perjalanan karena arah yang ditempuh berbeda dari lokasi pasar. Menurut keterangan korban kepada Firman, pelaku saat itu beralasan hendak menjemput istrinya terlebih dahulu.
Korban Lompat Saat Motor Melambat
Situasi tersebut membuat korban semakin takut karena sudah dibawa jauh dari lokasi awal dan meminta turun di rumah keluarganya di Kota Mamuju, namun pelaku menolak.
Sesampainya di wilayah Simbuang, tepatnya saat melintasi kawasan terminal A Simbuang, kondisi lalu lintas disebut cukup padat. S kemudian mengurangi kecepatan sepeda motor.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan korban untuk melompat dari motor. Sebelumnya, korban disebut beberapa kali meminta diturunkan, termasuk meminta diantar ke rumah kakaknya di Kota Mamuju, tetapi permintaan tersebut tidak dituruti.
“Kata korban, ia selalu meminta turun di tengah jalan dan meminta turun di rumah kakaknya di Kota Mamuju, tapi pelaku menolak dan membuat motor laju,” ungkap Firman.
Saat melompat, korban juga berteriak meminta pertolongan.
“Na culik ka itu orang,” teriak korban, menurut keterangan Firman.
Korban terjatuh ke aspal dan mengalami luka pada bagian dahi, dagu, serta perut.
Teriakan korban kemudian menarik perhatian Firman dan warga sekitar, anggota Kodim 1418 Mamuju yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.
Firman langsung menghampiri korban. Saat S disebut berusaha kembali mendekati korban setelah korban terjatuh, Firman kemudian mengamankan pria tersebut.
“Anak itu berteriak sambil menangis, saya diculik. Lalu saya menghampiri dan menangkap pelaku yang hendak kembali mengambil korban,” ujar Firman.
Korban kemudian mendapat pertolongan dan dipertemukan dengan keluarganya. S selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Kasus tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian. Polisi masih perlu mendalami rangkaian kejadian, termasuk alasan korban dibawa hingga lebih dari 100 kilometer dari lokasi awal dan tujuan perjalanan S.
Pelaku saat ini telah diaman oleh Polres Mamuju Tengah untuk proses lebih lanjut, sementara korban telah dijemput oleh keluarganya di Polresta Mamuju.