HMI Badko Sulselbar Minta Tokoh-Tokoh Redam Gejolak Pergantian Pj Bupati Mamasa
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
- comment 1 komentar
- print Cetak

Ketua HMI Badko Sulselbar, Muh, Ahyar. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Ketua HMI Badko Sulselbar, Muh. Ahyar, mengomentari persoalan pergantian Penjabat (Pj) Bupati Mamasa yang menimbulkan gelombang unjuk rasa beberapa pekan lalu.
Menurut Ahyar, saat ini Pj hanyalah sebagai penyambung kepemimpinan. Untuk itu butuh butuh dukungan dari masyarakat, agar pelaksana kepemimpinan dapat berjalan baik serta keluar dari transisi hingga Pilkada nanti.
“Tentu kita berharap kepada Pj bupati yang baru, bisa menyelesaikan segala masalah yang ada di Mamasa. Untuk itu perlu fokus pada penyelesaian masalah yang terjadi, sehingga harapan masyarakat, maupun pihak-pihak yang merasa belum mendapatkan haknya itu segera terselesaikan,” kata Ahyar, Sabtu (20/01/2024).
Ketua HMI Badko Sulselbar ini juga meminta sejumlah pihak yang tidak puas, agar menghargai keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas pergantian Pj Bupati Mamuju.
“Harapan kami untuk menghargai segala keputusan Mendagri, semua kewenangan proses pergantian dan penetapan seorang Pj itu merupakan kewenangan Menteri Dalam Negeri,” lanjut Ahyar.
Kata Ahyar, jika ada pihak yang tidak puas dengan pergantian itu dapat diusung nantinya dalam Pilkada yang akan datang.
“Jika masyarakat menginginkan pak Yakub Solon menjadi Bupati Mamasa, silahkan masyarakat bisa mengusung beliau di Pilkada Mamasa nantinya,” ungkapnya.
“Saya mengutip sebuah pesan bijak dari seorang tokoh kita KH Abdurrahman Wahid atau yg biasa kita kenal dengan panggilan “Gus Dur” bahwa “tidak ada jabatan didunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian,” tutur Ahyar.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
