MAMUJU, Mekora.id – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi momentum bertambahnya kekuatan politik partai berlambang mercy tersebut.
Sejumlah tokoh politik, mantan birokrat, pengusaha hingga mantan penyelenggara pemilu resmi bergabung dan menjadi kader Partai Demokrat.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka, menyebut bergabungnya sejumlah tokoh itu menjadi energi baru bagi Demokrat dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Ini menjadi kabar baik, sejumlah tokoh-tokoh telah bergabung dan memilih Partai Demokrat,” kata SDK saat membuka Musda V Partai Demokrat Sulbar di Mamuju, Sabtu (23/5/2026).
Dengan bertambahnya kekuatan baru tersebut, SDK optimistis Demokrat mampu meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
“Untuk Pemilu 2029 kita menarget minimal 200 ribu suara. Untuk itu jika selama ini saya memimpin bukan dengan tangan terkepal,” ujarnya.
Menurut SDK, keputusan para tokoh bergabung ke Demokrat tidak lepas dari hubungan emosional yang telah terbangun selama ini. Selain itu, Demokrat dinilai sebagai partai yang lebih stabil dan minim konflik internal.
“Karena kedekatan saya dengan mereka, selain itu mereka juga melihat Partai Demokrat lebih teduh. Karena dalam 15 tahun terakhir kita mengurangi konflik internal,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai masuknya sejumlah tokoh menjadi indikator positif bagi perkembangan Demokrat di Sulawesi Barat.
“Sangat baik, karena jika banyak yang bergabung menandakan bahwa partai tersebut memiliki daya magnet yang kuat. Itu juga menandakan kerja-kerja Bapak Suhardi Duka dirasakan masyarakat,” katanya.
Masuknya sejumlah figur tersebut diperkirakan akan memperkuat konsolidasi Partai Demokrat di Sulawesi Barat menjelang Pemilu 2029, sekaligus memperluas basis dukungan partai hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan.
Berikut deretan tokoh politik dan birokrat Sulbar yang bergabung ke Partai Demokrat.
- Bebas Manggazali (Pensiunan Sekda Polewali Mandar)
- Hamzah Sunuba (Eks Partai Golkar)
- Abdul Waris Bastari (Pensiunan Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar)
- Aco Takdir (Pensiunan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat)
- Nurdin Passokori (Eks Ketua KPU Sulbar)
- Fajar Borak (Pengusaha)
- Muh. Dahlan Farhat (Pengusaha perkebunan Sawit)
- Muh. Ali Akbar (Pengacara)
- Sadrak To’tuan (Eks Ketua PPP Kabupaten Mamasa)
- Muh Yusri (Eks Ketua DPD Parta Nasdem Kabupaten Pasangkayu)
- Dan sejumlah tokoh pemuda lainnya.