MAMUJU, mekora.id – Setelah dilaporkan menghilang sejak Jumat, 9 Agustus 2024 lalu. Pendeta bernisial SA (56) di Mamuju ditemukan tidak bernyama di Kebun Jati di Kelurahan Karema, Kota Mamuju. Pada, Senin, (13/8/2024) pagi.
Kuat dugaan korban sengaja mengakhiri hidupnya sendiri setelah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada jenazah korban.
Dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju, AKBP Dr. dr. Mauluddin Sp.FM menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Pada tubuh korban kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, atau tanda-tanda penganiayaan fisik, atau yang berhubungan dengan kriminal tindak pidana,” kata dr. Mauluddin.
Menurutnya, saat terlilit tali dilehernya korban masih dalam keadaan hidup. Temuan lain juga disebut jika korban mati dikarenakan kehabisan oksigen setelag terlilit tali.
“Pada tubuh korban kami temukan tanda-tanda mati lemas, asfiksia (kekurangan oksigen) karena lilitan tali pada korban. Jadi lilitan terjadi ketika korban masih hidup,” ujar Mauluddin, pada wartawan, di lokasi kejadian, Senin (13/8/2024).
Meski begitu, penyebab apakah kematian pendeta di Mamuju itu merupakan murni kasus bunuh diri atau bukan, belum disimpulkan. Pihaknya mengaku kepastian itu nantinya akan diungkap setelah rangkaian penyidikan dilakukan.
“Kami menemukan gantungan terjadi ketika korban masih hidup, untuk lainnya nanti didalam pihak Polsek,” ungkapnya.