FPPI Mamuju Kecam Dugaan Pengeroyokan Anggota Polisi, Desak Evaluasi di Polda Sulbar
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Cabang FPPI Pimkot Mamuju, Muh. Irfan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimkot Mamuju mengutuk keras dugaan pengeroyokan terhadap warga sipil oleh sekelompok anggota polisi yang diperkirankan sebanyak 51 orang.
Ketua FPPI Mamuju, Muh. Irfan, menyebut tindakan tersebut mencerminkan permasalahan mendasar dalam institusi kepolisian.
“Kami mengecam keras tindakan itu. Kepolisian yang berada di bawah naungan Listyo Sigit Prabowo harus mengevaluasi Polda Sulawesi Barat atas pelanggaran-pelanggaran yang terus terjadi,” ujar Irfan, Jumat (3/12/2024).
Menurut Irfan, maraknya kekerasan yang melibatkan aparat penegak hukum memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. FPPI meminta evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen dan pembinaan anggota Polri di Polda Sulbar.
“Jika memang benar pengeroyokan ini dilakukan secara bersama-sama, itu menunjukkan tindakan yang sangat brutal. Polda Sulbar harus melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh anggota dan sistem rekrutmen calon anggota barunya,” tambahnya.
FPPI juga menuntut aparat hukum untuk memastikan para pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Jika tindakan ini tidak ditindak tegas, kasus serupa akan terus berulang. Masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap aparat yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung,” tutup Irfan.
Insiden ini menjadi sorotan publik, setelah sekelompok anggota polisi diduga melakukan kerusuhan dan mengeroyok mahasiswa. Akibat kejadian itu kader HMI Manakarra bernama Ramli jadi korban dan dirujuk ke Rumah Sakit.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
